Friday, May 16, 2003

BELAHAN JIWA

lelaki yang berjalan dalam deras mengembangkan tangan
ditampungnya hujan dalam pelukan
sebuah kerinduan (atau kehilangan?)

langit pekat udara berat dan lelaki tetap berjalan
membawa bintang di matanya untuk dinda seorang

Indah IP
28 oktober 2001
8.18 am



KALAP

kau kunci aku dalam dadamu demikian kedap
seperti ketika kau curi pijarku dan mengurungnya di matamu hingga dunia gelap

indah ip
2 maret 02
00.45 am



LERAI

sepotong bulan terbaring dalam comberan gemetar ditiup angin
sepasang kaki sekonyong-konyong datang menerabas
lalu lerai ia seperti rangkai ingatan tentang hari demikian panjang menuju tepian

indah ip
15 jan 02
21.30 pm



DARI SUDUT PEKARANGAN

ranting dan daun merahasia alasan berpisah
angin memetiknya begitu mudah
yang satu tinggal tanpa mencegah
yang lain pergi dengan berserah

Indah IP
23 maret 2002
23.11 pm


KAU ADALAH

kau adalah debu memedih mata menyesak paru melekat di helai rambut lipat kulitku partikelpartikel energi tak terjangkau jemari tak terterjemah hati kekosongankeksosongan tak pernah ingin diisi sketsasketsa tak pernah ingin diselesaikan ketiadaanketiadaan tak pernah ingin diadakan awal segala awal radiasi mula segala mula gravitasi dalam tubuhku jiwaku ruhku
kau adalah nebula

Indah IP
21 april 2002
14.30 pm


KAU KISAHKAN
:dari balik kaca tak berbatas jarak, untukmu, kembara

kau kisahkan sebatang pohon digurun sepi
"seperti bayang tentang gersang ranting dan kering daun", ucapmu
habis raganya bertahun-tahun ditampar luka
hitam dalam sendiri

segulung tanya: "jika kini masih berdiri, karena apa menurutmu?"

getar ruhku dalam jawabmu,diuratnya terjaga cahya bebaris kata
" waktu boleh renggut tubuhku, tapi tidak hidupku!"
demikian asa jejal disekujur akar lalu perkuat pijaknya

Indah IP
16.40 pm
26 mei 01


SUATU PETANG DI SAMPINGMU

ketika tanpa sengaja temukan embun di sudut mata kemarau
dan sadari ia tak lagi bisa jadi danau
saat itu juga ingin kubungkus badai dengan kepal tangan dan segera melemparnya ke tong sampah!

Indah IP
25 agustus 01/tengah malam
31 agustus 01/ 8.43 am



INTERMEZZO

taktik keyboard merangkai entah apa printer tua memuntahkan puluh kertas mengosongkan tintatinta sesaat
dunia tergoncang dan henti ketika hurufhuruf berceceran diatas meja tibatiba membariskan satu nama
:mu!

indah ip
2 april 2002
7.00 am


NELAYAN

lelaki berselimut ombak menantang matahari
diasahnya dayung jadi tombak
lalu dibidiknya langit sambil tertawa
:pangganglah aku sepuasmu hari ini!
karena besok kau mati

lelaki berselimut ombak meyiapkan peti
untuk mengurung matahari yang sepanjang jalan
lelehkannya dalam sepi

Indah IP
2 april 2002
8.00 am


TEDUH ITU

menelanjangi segala aku
segala dahulu
menyimpan rapat segala kau
segala kemarau

kenapa tak diajarkan kepadaku
menyihir beku waktu

diammu telaga
kusesap sepenuh jaga

indah ip
3 mei 02
23.00 am


PERNAH KITA BUAT

pernah kita buat sesak paruparu oleh warna
kita bungkam angin hingga tak sanggup menghembus wangi lebih wangi dari yang kita nafaskan

suatu masa kita tersedak
satupersatu gemintang jatuh dari kerongkongan

bukan tak pernah berkaca mencari nama yang sama
entah pada bab mana titik ditujahkan karena koma tak bisa memakna kalimat

tak sempat terukur berapa tinggi pasang pernah meluapkan sungaisungai di dada
karena kita tak cukup sabar merangkum ketaksempurnaan sebagai bekal

indah ip
12 mei 02
10.30 am



AKU ADALAH KECEMASAN

aku adalah kecemasan
jeram sungaisungai di dada

muara ketakpastianmu

cemas yang belenggu
leleh di puncak cuaca

sekelebat tak nyatamu


indah ip
26 juli 02
21:54 pm


OASE


oase di lipat tanah menggambar denah
sejauh mana kan dicipta telaga

dihitungnya celah
dijaraknya batas berhenti

oase di lipat tanah tak hendak menyerah
memenuhi isi
menggali keluasan hati

indah ip
05 november 2002
08.13 am


KUPU-KUPU

kupu-kupu di atas batu menunggu
punggungnya lelah sayapnya patah mengungu

kemarin terbang ia terlalu tinggi hingga lupa diri
hari ini terbang ia terlalu rendah tanpa strategi

kupu-kupu di atas batu menepi
memakna kerendahan hati dan mawas diri

indah ip
13 oktober 2002
23:25 am

No comments: