Thursday, May 15, 2003

KEARSITEKTURANMU 8

kau adalah keluasan gerak yang tak punya modul standard
zoning-zoning tak berhirarki sekaligus juga komposisi harmonis
teksturwarnairama
proporsi humanis dan fungsi estetis yang nyaris sempurna
keantrophometrisan yang terpeta dalam keinginan-keinginan purba
mendamba

indah ip
10 april 2003
11.00-13.00
-------------------------------------------------------------------
KEREKAYASAAN 8:TERURAI DALAM POLONAISE A MAYOR

Waktu membongkar kita selapis demi selapis
pada setiap nol koma satu milimeter garis tinta
pada setiap layer layar autocad
pada setiap render di 1024 kali 768 warna 32 bit
dan kita dekap sayang bunda bergaung kembali di puncak hari

Percakapan mengurai kita, wacana demi wacana, menterjemahkan hidup
pada setiap indeks refraksi permukaan panel bahan
pada setiap tingkat transparansi keping fiberglass
pada setiap sudut bias jatuhnya sinar matahari pagi
di atas spektrum warna terpantul di kolam mezzazine
sekilas terpantul gandeng tangan berjalan jalan ke pasar saat usia
belum sekolah

Kedip bintang memantul di mata kita, menjejerkan tiap tangis yang
pernah lewat
membentuk database relasional terinci dengan logika non diskrit
berisi setiap butir haru, setiap jerit sesuatu terenggut, yang setia
menegakkan kekuatan diri dalam berbagai tempuh sistim pemarkaan waktu
yang semuanya terhenti ketika kau menepuk pundak ku menyapa

Sudut dan warna kita urai dalam suatu semiotika,
terbagi dalam jaman jaman, roccoco dan renaisans, bauhaus dan art deco
proyeksi proyeksi arketip, dan ketidaksadaran kolektif
rekaman marka marka peradaban, dari mesopotamia sampai ke dekonstruksi
dari rindu sampai ke rindu
dari getar sampai ke getar
dalam A Major cantabile, con brio dolce

15 april 2003
idaman andarmosoko
-------------------------------------------------------------------
KELANGITANMU

katamu melodramma bocelli mengingatkan rindu yang carutmarut dalam
purnama.
himne tentang kekuatan dan kesakitan cinta.
sementara some one like you dan mille lune mille onde yang berkisah
tentang seribu bulan seribu gelombang mengingatkan tunas-tunas hijau
yang tumbuh dan meranting
dalam kebersamaan kita

sejak awal kita tahu mana yang perlu dan tidak perlu
maka kepastian rasi bintangku menggelandang dibelah langit utara,
berteman kelompok bintang-bintang belia paling cemerlang pleiades,
hyades hingga nebula sisa supernova yang dipusatnya terdapat bintang
berdenyut sebagai bangkai yang telah meledak,
adalah kepengetahuan yang hanya perlu kusimpan sendiri.

sementara apakah rasimu menggelandang dibelah yang sama, berteman
bintang kembar tiga, kelompok bintang terbuka bermagnitudo
tigakomalima dan kelompok yang agak redup,
ataukah dibelah langit selatan berdampingan dengan bintang kembar
hibrida, bintang ganda, bintang kembar menggerhana hingga kelompok
bintang globular dengan magnitudo enamkomanol plus yang bisa
ditangkap mata bugil biasa,
adalah kepengetahuan yang hanya perlu kau simpan sendiri pula.

kita terbang dan terus terbang.
tak pernah berusaha menakar dengan tepat setiap keinginan pada
porsinya.
tak pernah menganggap setiap ketaksempurnaan sebagai dosa.
kita terbang dan terus terbang.
tak pernah memaksa diri beradaptasi dengan keteraturan dan
keperilakukan.
tak pernah mematok setiap kejadian harus dirumuskan secara
kontekstual berdasarkan
lokasi, budaya setempat, politik yang berkembang, kesosialan atau
tren yang sedang ramai dipertontonkan

seperti conceptual metaphor yang menyatakan sebuah bangunan punya dua
imej simultan,
kita berpedoman demikian pula seluruh perjalanan panjang yang
terentang hingga sekarang.
satu sisimu dan satu sisiku.
perbedaan kita ikrarkan sebagai kelengkapan bukan kebenturan.
tak kita haruskan puzzle raksasa itu tergenapi.
sebab kita pahami kekosongan adalah jeda yang berarti tergantung
bagaimana kita memaknai

satu sisimu dan satu sisiku,
bebas dari hambat segala
kita terbang dan terus terbang,
tak mencari hakikat sejati tak mencari pembenaran-pembenaran diri,
hanya terbang dan terus terbang, bebas dari hambat segala

indah ip
18 maret 2003
5.25 pm

No comments: