Thursday, October 30, 2003

SERPIH

serangkum daur tumbuh
riwayat lengkung rumputan

terjadikan oleh yang menjadikan
terusaikan oleh yang mengusaikan

indah ip
30 oktober 2003
16.00 pm

Saturday, October 18, 2003

KONTEMPLASI

seurat nadi
sedebar jantung
setarik nafas
dekatmu, duhai kekasih
rahasia ribu jilid tak kunjung singkap
keindahan tak bersangkal tak bercukup
tak habis ditelaah tak selesai dititikkan

apa jadinya bila hilir perhentian itu tidak tiba pada ingatan akanmu
bila akumulasi kelelahan diri tidak sampai pada peta menujumu
bila kebergantungan ini tidak erat pada abadimu

medan perang apa gerangan berhari-hari meluluhlantak kesadaran hati
hingga membuatnya lupa

kekasih, aku buta

semakin tiba waktunya semakin hempas
semakin dekat jaraknya semakin lepas
rindu pekat dalam setiap kumandang namamu
kental dalam ingin nyata mengejar pintumu

kekasih, aku hilang suara

engkau segala lirih jiwa segala dahaga segala cahaya!

indahip
14 oktober 2003
11.15 am


SESUATU YANG JATUH KALA ITU

sesuatu jatuh bersama jejarum matahari
kala itu

serongga dada menangkapnya tanpa prasangka
sekedar berbagi ruang gerak
menjadi tanah tempat pijak

berganti musim
sesuatu itu menyembulkan akar
menerbitkan reranting malu-malu, dedaun yang teduh oleh waktu

tak satupun tahu
kenapa kemudian serongga dada lugu
bertekad merawatnya diam-diam
menjadikannya cikal
membiarkannya senantiasa hidup, berkembang dan tumbuh


indah ip
18 oktober 2003
20.24 pm

Friday, October 10, 2003

SEORANG LELAKI MENYIMPAN BANYAK MUSIM DI DADANYA

seorang lelaki menyimpan banyak musim di dadanya. ia nikmati kemarau ketika dedaun kuning berkejaran dengan angin. ia nikmati hujan ketika bebutir bening membuatnya kuyup dan gigil. musim semi selalu jadi musim paling panjang di pelupuk matanya. ia nikmati debar menjantung, nada-nada tak berujung

seorang lelaki menyimpan banyak musim di dadanya
itu sebab ia kaya warna

indah ip
19 juni 2003
09.30 am


PERNAH KITA BUAT

pernah kita buat sesak paruparu oleh warna
kita bungkam angin hingga tak sanggup menghembus wangi lebih wangi dari yang kita nafaskan

suatu masa kita tersedak
satupersatu gemintang jatuh dari kerongkongan

bukan tak pernah berkaca mencari nama yang sama
entah pada bab mana titik ditujahkan karena koma tak bisa memakna kalimat

tak sempat terukur berapa tinggi pasang pernah meluapkan sungaisungai di dada
karena kita tak cukup sabar merangkum ketaksempurnaan sebagai bekal

indah ip
12 mei 02
10.30 am


KAU DENGARKAN, TUAN ?

ketuk hujan di tiap retak tanah
langit demikian tumpah
seperti rinduku meruah di sela rerumput basah

indah ip
12 februari 02
7.00 am


BIRU

seonggok bayang memulas langit dengan biru hatinya
sambil sesekali berujar tentang kehilangan sebuah danau
tempatnya melarung sampan kala sepi
menyeruput sejuk kala dahaga
mengail tenaga kala hilang daya
hingga menumpahkan derai kala takut melanda

sekelompok mendung yang dari tadi naungi kepalanya
jadi merasa tak enak dan iba
maka pergi mereka bonceng bayu yang kebetulan lewat
membebaskan sang bayang bersama langit menumpah rasa meratap warna
berdua saja

indah ip
21 juli 01-tengah malam
4 agust 01-23.10 pm