Friday, June 11, 2004

KALI KESEKIAN

kau tentu tahu
aku tak pernah bermimpi jadi batu
mengendap saja di dasar sungai dan gagu
aku ingin jadi ikan
bergelut arus, menyongsong muara

aku tak mau jadi ranting kering yang patah dan hempas begitu saja dihalau badai
terlanjur lemah dan pasrah
tak cukup kuat menyadari pentingnya tetap hidup bagi sekitar
aku ingin jadi serbuk sari yang lekat di kaki kumbang
yang bergetar dalam peluk angin tak sabar mengecup kepala putik
yang berarti meski sedikit bagi estafet penciptaan dan pertumbuhan

ya, ini kali kesekian kau ajak aku bicara dalam jeda tak terlalu
panjang tak juga terlalu singkat
sedemikian kau sangat mengenalku hingga tahu
cuma dalam kondisi begini aku bisa mengerti
bahwa nyeri diciptakan untuk membuat manusia sejenak sentak dari keterburuan, dari kelengahan
menyadari ada yang lebih penting dari kejarankejaran itu

sebenarnya setiap kali perjalanan ini tak terkendali
aku tahu selalu dan selalu kau beri aku kunci, "saatnya memilih pintu"
namun setiap kali pula aku menjadi tuli, atau berpura-pura tuli dan terus berlari
hingga kau rasa perlu sampaikan sesuatu
kau jadikan keningku pedih merindu bumi

akhirnya, aku ibarat merkurius yang takut kehilangan matahari
takut tak sampai bertemu pagi
takut tak punya cukup waktu mengejar dan membuatmu percaya lagi
betapa aku ingin kembali! sebetul-betul kembali!!

indah ip
1 April 2004, 7.00
24 April 004, 9.08



KETIKA HUJAN BERDERAI TAK BERHENTI

aku tak lagi bisa berkelit ketika tiba-tiba hujan berderai tak
berhenti di atas rambut kita yang masai

"sudah berhari-hari kau kutunggu"

lalu kita berlari
menyiapkan perahu dan layar
agar pada waktu setiap leleh berkumpul jadi samudera dan menawarkan gelombang
kita tahu ke mana harus pulang

indah ip
18 april 2004
21.18



No comments: