Tuesday, June 07, 2005

AKU, DIA DAN BINTANG-BINTANG YANG BERJATUHAN DARI MATANYA


Betapa aku menikmati setiap momen berada di sampingnya. Setiap remas tangannya di jemariku tak memerlukan kata-kata.
Tapi bukan itu yang paling istimewa.

Yang ingin kuceritakan adalah kisah,
tentang sepasang mata yang tak biasabiasa saja. Mata yang tak henti menjatuhkan bintang-bintang ke dadaku.

Ada saat ketika dia tersenyum
Sepasang matanya bercahaya pagi
Setiap fajar, ketika subuh menggema, dibangunkannya aku
Duhai mata yang menyimpan rindu. Bukan, bukan padaku, kutahu lebih dari itu,
padaNya

Ada saat ketika dia diam saja
Sepasang matanya tiba-tiba biru
Sehabis sholat, setiap usai kukecup punggung tangannya dan dikecupnya keningku dengan bibir gemetar, kutahu
Teduh mata itu merunduk dan mengabut
Menikmati cintaNya

Ada saat ketika dia tertawa
Sudut matanya berkerut indah, sepasang matanya bercerlangan
Saat sampai dari kembara. Dibawanya harum rumput basah sehabis hujan, sejumput kisah yang ditabung sekian lama tuk diceritakan
Ah, mata yang pelangi, kunanti burung besi menerbangkanmu menujuku usai bertugas setiap kali
Berkali-kali, ya berkali-kali

Demikianlah, yang kuceritakan hanya setitik saja kisah. Dari sekian besar anugera yang ruah
Tentang sepasang mata yang tak biasabiasa saja
Mata yang tak henti menjatuhkan bintang-bintang ke dadaku
Yang tak letih menggali seribu terang dari gelapku. Dan lebih mencintai seribu lebih dari kurangku
Sungguh, tak biasa-biasa saja
Sebab bermula darinya, tak bosan-bosan dikenalkannya aku seribu rindu, seribu sejuk, seribu warna,
seribu indah cahayaNya

-teruntuk karunia terindah, suami tercinta, sepasang bola matamu adalah magis-

indah ip
16 Mei 2005, 8.57 am

No comments: