Tuesday, October 14, 2008

BUKAN DONGENG
:kira-ziya


nak, maafkan ibu
akhir-akhir ini waktu membaca denganmu seringkali terinterupsi
mata di buku tapi telinga di tv
kita jadi kerap tiba-tiba henti mendongeng puteri, peri-peri dan bidadari

baru sadar makin banyak manusia tak punya mata, tak punya hati, tak punya telinga
makin banyak temanmu tak punya sandang, tak punya pangan, tak punya papan

kehidupan ini nak, menyimpan begitu banyak cerita yang entah sempat entah tidak dapat ibu sampaikan
selain dongeng tawa juga ada dongeng air mata
selain kisah maya juga ada kisah nyata
buku bisa ditunda dan sebentar kita genapkan
tetapi hidup berjalan terus
ia maju ke depan tak mundur ke belakang
ia koma sejak dimulai dan tamat baru ketika titik kelak ditujahkan

nak, maafkan ibu
seringkali lupa bahwa tangis tak selesaikan apa-apa
kau pasti heran kenapa ibu kehilangan kata
ijinkan sebentar saja berkaca
bukan terharu membaca cinderella, itik buruk rupa atau dongeng ternama lainnya
ibu cuma tiba-tiba malu teringat khilaf dan alpa

betapa hati sering jumawa
padahal raga belum lagi berbuat apa


indah ip
14 okt 08,11.48 pm

1 comment:

Anatasia Noorsaputera said...

you're right...
hidup berjalan terus
ia maju ke depan tak mundur ke belakang

Yo smangat mbak...