Tuesday, December 23, 2008

POHON TEPI KALI DAN BULAN


sebatang pohon di tepi kali
tiap hari melihat banyak yang pergi
ada daun, buah dan ranting
juga plastik, logam dan beling
ada lauk, sayur dan nasi
juga bensin, minyak dan oli

pernah ada ibu pontang-panting menyusur batu
kainnya hanyut ketika sedang mencuci baju
lalu ada pemuda berlari-lari menahan malu
celananya nyangkut saat berhajat dekat pagar kayu
pagi itu seorang tuan menyumpah-nyumpah sambil cemberut
dompetnya jatuh tanpa sengaja di arus berebut
malamnya sekelompok orang menekuni pasang surut
konon ada yang nyemplung mencari maut karena kalut dan rasa takut

di antara semua yang lewat dan pergi
pohon itu tahu ada satu yang selalu kembali
yang ia cinta dan tunggu setiap hari
yang tak pernah dijemput angin ke negeri seberang
tak pernah diapung air ke muara lengang
tak pernah hilang tak mungkin lekang

ia sebentuk terang
warna mentega malu-malu yang kerap ganti baju
pohon itu sudah mengenalnya sejak lahir
dan jatuh cinta sejak batang juga rantingnya menjulur-julur kian condong ke bibir kali

ah bulan tahukah betapa ia rindu?
tahukah betapa tak alpa dihitungnya waktu selalu agar tak keliru?

ada malam-malam di mana pohon itu tak pernah tidur
malam ketika sebusur cantik menjadi senyum paling harum dan ranum di atas kali
juga malam ketika mata sempurna menatapnya begitu hangat begitu lekat begitu dekat

tapi itu dulu
ketika air tenang masih setia mengalir hingga tak pernah ada yang mampir

beberapa tahun terakhir pohon tepi kali merasa getir
makin padat saja benda sedunia parkir di tengah dan pinggir
wajah kali jadi tak cerah lagi
rautnya pekat, hitam, menggelambir
baunya busuk, menusuk dan anyir

lalu bulan ke mana bulan o di mana?
bayangnya hilang tanpa permisi entah mengapa

sebatang pohon di tepi kali jadi merana
meski kini tak sepi sebab berbondong-bondong sampah berebut sisi

di malam-malam sunyi sering ia diam-diam ingin mati
ingin tidur sejati
biar sekarang ia yang pergi
membawa mimpi bayang kekasih yang tak lagi punya tempat di wajah kali



indah ip
KL, 14 nov 08, 3.00 am
"semoga kali malang (dan kali-kali lainnya) selalu bersih"

No comments: