Friday, May 30, 2003

ACEH


muntah peluru membusuk di telinga

pagi ini
entah anyir kulit lepas dan kering tulang sesiapa lagi
burai di teras depan

celah dinding menulis kematian
lemari, kursi, segala perisai persembunyian

pergi, matahari, pergi!
kami menunggu pelita lebih abadi

indah ip
28 mei 2003
10.35 am

Tuesday, May 20, 2003

KITA,O, KITA
;bagiku,mu,dia,siapa saja

tentang bahtera yang kita sulut di depan mata
suara-suara dibalik tembok tebal
rintih pesakitan di gubuk tak berjendela
mahluk mungil tak berdosa
amarah sebagai penghalal segala darah
senjata sebagai tameng topeng kaca
dimana tersimpan segala cahaya segala daya
kemana ditanam segala asa untuk esok tak pernah dinyana
hidup adalah pusaran buas
dunia luka dan kita masih bertanya

indah ip
23 september 01
10.07 am
KESEKEJAPAN YANG BERHARGA

kemarin kau tanya kenapa dunia tiba-tiba pucat
kenapa harus bangun setiap pagi, merangkum keberanian mengakui kali ini tak ada mimpi

bukankah perjalanan ini, sahabat, kesekejapan yang sangat berharga
seberharga senyum yang kau kirim setiap musim hujan, menghangatkan dada-dada beku sepanjang cuaca
seberharga ulur tangan yang kau sampir di pundak jatuh, mengalirkan energi dalam setiap pembuluh
seberharga setiap detik tak terukur tak terucap tak terungkap dalam ketulusan dan kebersamaan yang kita bagi

jadi buka pintu jendelamu lebar-lebar
lihatlah matahari tak pernah betul-betul pergi
selalu ada di dada kita di mata kita dalam setiap langkah yang termaknai
dan mari berlari jangan biarkan sesuatu menginterupsi!
sebab hidup demikian berarti, sahabat, tak ada alasan untuk sembunyi

sayap di punggungmu tak pernah berkurang satu
ketahuilah, selalu tumbuh dan tumbuh baru!
selalu tumbuh
dan tumbuh
baru!


indah ip
18 Mei 2003
9.58 am
BESJI I

sebelum layari
beta tinggal janji
pada besji

dan sudah jauh
beta mimpi:
pigi tarung bahari!
pigi cari cinta mama kembali!

indah ip
22 okt 02
9.45 am


BESJI II

waktu lepas pasir di kaki
beta hirup besji
dan terakhir kali
batukan hati
untuk pulang lagi

indah ip
23 okt 02
14:47 pm


BESJI III

tahun kesekian saat fajar tiba. dipungutnya satu per satu gelembung jatuh. dari mata. dari dada. seperti kemarin, matahari lagi dan lagi membuatnya nyaris tak bernyawa. dipanggilnya nama. dikuburnya tanya. o, butakan mata dari gumpal-gumpal masa melembaga! setiap pejam adalah siksa. tidak sekarang tidak juga nanti. dada mengelupas seiring butir jam-jam pasir di atas meja.

tahun kesekian saat senja tiba. tak yakin ia menahan gempur cuaca. gelap adalah bencana. bulan tak lebih monumen perih dada. setiap malam melahirkan keinginan-keinginan maya. fatamorgana. ketakutan-ketakutan tak berjeda. kecamuk durja. serpih-serpih tak nyata.

tahun kesekian saat fajar tiba. lagi. angin tak juga memberi tanda. tapi tetap dikumpulkannya linang mata. menjadi telaga. tetap dirajutnya doa. menjadi peta.

: "besji! besji! beta pasti kembali!"
meski entah kesempatan ada. tak jera. dibatukannya dada. dibatukannya dada.


indah ip
04 november 2002
21:54 pm
MASIH TENTANG SENYUMAN

ibu mengajarkan keikhlasan & pengorbanan kepada janin di rahimnya dengan senyuman
bapak mengajarkan kepemimpinan & jiwa besar dalam menerima kekalahan kepada puteranya dengan senyuman
kehadiran anak mengajarkan kesabaran & keindahan kepada orang tuanya dengan senyuman

seperti tunas-tunas hijau akasia sepanjang jalan, meneduhkan
seperti oase di padang-padang tandus tak bertuan, menghidupkan

selengkung senyum ibu setiap menarik selimut dan mengusap kening sebelum tidur ketika kecil dulu
selengkung senyum ayah melihat jagoan kecilnya bisa makan sendiri meski dengan remah-remah tak rapi menempel di pipi

seperti jampi-jampi pelindung mimpi, mengamankan
seperti energi-energi tak bertepi, menguatkan


indah ip
13 oktober 2002
12:40 pm


BOCAH KECIL MEMBAWA SENYUMAN

I
bocah kecil berlarian di pinggir dipan
tak dilihatnya pipi ibu basah diantara yasin bersahutan
"hey, hey, bapakku lagi tidur lho!"

bocah kecil berlarian di pinggir dipan
membawa senyuman ke setiap mata tanpa tahu kenapa semakin orang-orang sesenggukan ketika kembali ia bernyanyian
".. nina bobok oo,.nina bobok,..bapak capek ya, 'mak, kasihan.."

II
orang-orang menampung hujan di mata
duduk mengeliling keranda
menyembunyikan isak lirih tanpa bisa menjelaskan makna tiada
pada bocah kecil yang tak henti membawa senyuman dan bertanya-tanya
kenapa bapak tak lagi mau main dengannya


indah ip
13 oktober 2002
10:12 am



SEBELUM KAU PAMIT
:bunga rumput liar

ingatkah ketika sedih, sudah lama kita kurung adagio di bawah bangku piano nostalgy dalam andante lah pula kita buang di belakang rumah
ketika aku ingin membakarnya, kau berkeras ingin melarungkannya
" abu dan asap selalu bisa kembali menyesak kerongkongan kita, sayang! tapi alir kan membuatnya pergi selamanya "
dan kau bebaskan lembar-lembar lapuk itu menuju perhentiannya sendiri

sahabatku, memang tak perlu jadi bunga matahari untuk mencari sejati
tak juga perlu sewangi melati tuk rayu kumbang-kumbang pagi
kau adalah kau
yang hanya perlu menjadi diri sendiri di taman manapun ingin berdiri
seperti juga kelopak zepiranthus liar yang tak pernah luntur meski hujan deras mencucuri tubuh mungilnya di balik pohon mangga tetangga pun sela-sela pagar

indah ip
2 Sept 2002
22. 09 pm
SEJAK KEMARIN

sejak kemarin
sebongkah sepi
mencari puisi

di tiktak arloji
ia percaya
selalu ada ruang
untuk berbagi

indah ip
17 feb 03
20.00 pm

KATAK DAN BULAN

seekor katak mencinta bulan
suatu malam dilihatnya bulan tidur dalam kolam
dan dicurinya ciuman
bulan bergetar
lalu pergi tak berbekas

seekor katak mencinta bulan
karenanya kemudian ia belajar bahagia
menjaga bulan tak luka
dan merindunya dari jauh saja

indah ip
16 feb 03
18.00 pm

OMA I
hujan yang jatuh sebentar
sempurnakan kabar
:
waktu usai
mengantarmu sampai

indah ip
30 januari 2003
3.00 am

OMA II
keberangkatanmu sesederhana daun
yang telah disiapkan lepas
dari dahan menahun

indah ip
30 januari 2003
3.30 am


TELAH KUTUKAR SEPULUH TAHUN PENANTIAN DENGAN TIGA HARI TAK TERGANTIKAN

keriput wajahmu, oma
riwayat kerinduan
seharusnya tak kubiarkan kepulangan
interupsi genggam di pangkuan

indah ip
bukittinggi, 8-11 des 02
jkt, 16 feb 03, 8.00 am

Friday, May 16, 2003

KAU DENGARKAN,TUAN ?

ketuk hujan di tiap retak tanah
langit demikian tumpah
seperti rinduku meruah di sela rerumput basah

indah ip
12 februari 02
7.00 am

Thursday, May 15, 2003

KEARSITEKTURANMU 2

sebagai vinyet kau adalah konotasi emosional yang butuh penyelarasan
seksama
sebagai citra kau adalah tatanan mimpi, pelataran sempurna tempat
kerindudendaman brutal dihalalkan terjadi

indah ip
10 april 2003
11.00-13.00
--------------------------------------------------------------------
KEREKAYASAAN 2:MATAHARI UNGU KEMBAR

di sini kita lukis langit menggelora berwarna warni
dengan matahari kembar berwarna ungu
dengan sapuan mirip pelukis dengan telinga diperban
tentang seekor burung menunggu saat terbang ke jelajah jagad jagad
bersimpangan
di sini di jabat tangan

di sini kita jejerkan arkelogi artifak catatan harian tercecer
dengan hipotesa suatu sistim bahasa
tentang bagaimana suatu yang transparan dan tak bermassa
yang tak patuh lagi pada hukum kekekalan fisika klasik
dan tanpa tervisualiasi dalam masterplan
telah menggelarkan daya yang seakan tiada habis
di sini di munculnya nama ketika kita berjumpa di pintu

di sini di tepuk pundak pembubaran perjumpaan
di sini di keasingan yang meluruh
di sini di rongga rongga badan
di sini di orkestrasi interaksi antar subsistem diri

idaman andarmosoko
18 april 2003
--------------------------------------------------------------------
KEFUNGSIANMU

kau adalah kesolidan sekaligus keintegrasian, respon dari kebutuhan-
kebutuhan kronis dan instan
sebuah dramaturgical analogy yang liar di atas panggung, simpul
pertemuan-pertemuan,
labuhan perhentian-perhentian, environmental cognition, kepeka-
sensitifan yang membingungkan, kau juga ketaktaatazasan,
ketakbersimbolan, ketakbertandaan,
tak punya teori penunjang, pendekatan iterative yang seringkali
melelahkan dan melahirkan kekambuhan-kekambuhan seasonal

sampai detik ini terbukti kau berhasil menggelontorkan kenakalan-
kenakalan akut dari kepalaku, membangunkanku dari masa-masa kritis
dan nyaris koma, kau menjadi infus yang wajib ditusukkan setiap hari
untuk mencegah infeksi iritasi hingga halusinasi, sumber nutrisi yang
menyembuhkan kelumpuhanku lagi dan lagi

indah ip
19 april 2003
7.13 pm
KEARSITEKTURANMU 3

suatu saat kupikir kau adalah kewajaran
kenyamanan fisik yang direkomendasikan dengan temperatur duadua-
duatiga
derajatselsius, kelembaban limapuluh-enampuluh persen, kecepatan
duameter-tigameter perdetik
tapi saat lain kau adalah juga kondisi yang secara biologis tak bisa
dipertanggungjawabkan
pemberi efek menurunnya kesehatan seperti migren kambuhan, sakit
tenggorokan, sesak tak tertahankan, detak jantung berlebihan

indah ip
10 april 2003
11.00-13.00

------------------------------------------------------------------
KEREKAYASAAN 3:LINTASAN PROPINSI KEGAMANGAN

adakah engkau di situ, ketika gelap memulangkan masing masing kita
ke wilayah ambang batas ketidak sadaran bernama lelap
senandung pengantar tidur dan kain jarit yang digantung mengayun bayi
jarum jarum kegamangan terselip dalam hafalan naskah
melatih nirmana garis dan arsir pada kapita selekta jagad rasa

adakah engkau di situ, ketika armada penjual bubur ayam menebar
jahitkan diri pada rutinitas urban
ke wilayah langkah langkah penentuan gerak hidup
seragam sekolah dikenakan, dan anak anak smp mengayuh sepeda di kaki
gunung merbabu
pada birama birama awal tantang kehidupan
rasa tak aman selalu mengintip nakal menguji nafas dan mencoba
menempa bentuk

adakah engkau di situ, ketika jam biologis ragu akan keteraturannya
akibat perhentian dan penyesuaian yang didesakkan tiba tiba
kopor kopor yang bertumpukan di keberangkatan dan kedatangan
paku payung plastik imajiner bertambahan ditancapkan pada titik titik
kota di peta nusantara
nama nama persinggahan dua pekan maupun tiga bulan maupun empat tahun
ataupun satu strata perkembangan diri
perpindahan dan perubahan hanya semakin menegaskan batu karang
tambatan pada ruang terdalam diri

adakah engkau di situ, saat lampu jalan mulai bernyalaan terprogram
basement gedung nampak kembali lantainya
hari hari dilipat dalam kepenatan
dan bau tumis bumbu makan malam menyengat tajam
kunang kunang berangkat ke jembatan inpres dekat sawah padi hibrida
samping balai desa
kekalahan dan kemenangan menjadi angka dalam neraca rugi laba tahunan
sang hidup

adakah engkau di situ
di suatu ketika yang mulai mengusik usik

adakah engkau di situ
di catatan catatan yang mulai menyembulkan gambar samar patah patah

adakah engkau di situ
di perlintasan perlintasan yang mulai mewujudkan diri

adakah engkau di situ
bersama seluruh derak perbatasan antara keniscayaan dan determinasi
adakah

idaman andarmosoko
18 april 2003

-------------------------------------------------------------------
KETAKTERABAANMU

berkali-kali kuingkari kau sebagai ketakakuratan data yang
menimbulkan frustasi, ketakterjaminan yang herannya mewajahkan
perlindungan

kau takterjelajahi karena tak punya jalur distribusi,
takterstudibandingkan karena tak punya konsep konfigurasi dan contoh
kasus

kau adalah ketumpangtindihan, ketakmutlakan yang perlu diwaspadai
karena acap berubah-ubah tanpa konfirmasi

denganmu aku bangun babak belur dalam mimpi-mimpi absurd dan tiba-
tiba hilang koordinasi

di mana ini?
di mana diri?

indah ip 19 april 2003 7.49 pm

KEARSITEKTURANMU 4

kadang kupikir kau sekedar ilusi optik
sebab tinggi frekuensimu seringkali tak terdeteksi mataku
sebab kebisinganmu di atas normal seringkali tak tertolerir urat
syarafku

indah ip
10 april 2003
11.00-13.00

--------------------------------------------------------------------
KEREKAYASAN 4:ILUSI DIFRAKSI

Pada ilusi adalah benak yang tak berwadag nyata
tak menempati ruang dan waktu
dan tak punya getar

pada frekuensi adalah gelombang sinusoid
merambat pada medium, terbias oleh kerapatan karakter optik
dan memecah menjadi difraksi, pola garis tegak ordo nanometer

pada getar adalah kau membaca isyarat asap suku indian
yang tersamar di asap biskota di jalan macet sepulang kantor

pada kau adalah getar, yang bersembunyi di guncang dering HPmu
menerima pesan tulis dari yang bukan aku,

Pada isyarat adalah tangkapmu
memecahkan kodifikasi bertingkat tingkat
memurnikan sebuah saput rasa,

dan seperempat detik kemudian,
kita menjadi kebal racun kutuk masalalu yang mendera
tak patuh lagi pada luka yang menyiksa
tak lagi dibawah titah kedukaan
dan tak lagi lumpuh di bawah lindas sang nasib

seperempat detik kau bertemu dengan ku
dalam sebuah dimensi tak bernama
atau tak perlu diberi nama lagi

karena nama telah mendera
dan menggasak habis harapan menjadi hantu

15 april 2003
idaman andarmosoko
--------------------------------------------------------------------
KECAHAYAANMU

sebagai bukan spektrum warna dengan panjang glombang tidak antara
tigaratusdelapanpuluh hingga tujuhratusdelapanpuluhnanometer,
dan setelah berkalikali tak bertanggungjawab melempari mataku dengan
getarperdetik senyum paling manis sekaligus paling misterius di
setiap butir gerimis,
seharusnya kau bisa hitung sendiri kenapa lantas perbandingan lurus
segala elemen tak nyatamu membuat kecepatan cahaya itu tak pernah
sanggup kubendung!

indah ip
18 april 2003
11.20 am


KEARSITEKTURANMU 5

dalam pemrograman kau adalah konsep
informasi rumit yang menentukan pemecahan-pemecahan desain
prinsip-prinsip perancangan dan garis pedoman
konfigurasi-konfigurasi ruang
tipologi bangunan yang dipersoalkan
pencarian-pencarian yang perlu direnungkan
sebuah ketegaran penelitian dari evaluasi teknis dan fungsional
tentang cinta usang yang tak mau hilang

indah ip
10 april 2003
11.00-13.00
-------------------------------------------------------------------
KEREKAYASAAN 5: PARKA GUELL GAUDI

Tapi engkau telah sampai kini
pada tapal batas ranah ranah puisi
negeri negeri tak terpeta kecuali di dongeng masa kecil

Tapi engkau telah sampai kini
pada beranda beranda pemaknaan,
di mana tiap suku kata membawa rasa
tiap kalimat adalah berita hati

suatu kodifikasi afeksi, yang berkuasa atas nalar
di mana logika bersimpuh setia, kepada getar getar

Tapi engkau telah tiba
di ranah berlangit semburat, saat algoritma meliuk liuk infantil
gramatika menjadi buih dan riak, saat getar sudah bangun dan berkuasa
kematraan tak lagi tegak lurus satu sama lain

yang muncul di lanskap adalah hanoman kera putih terbang melintas
membawa peluk anjani bundanya yang membesarkan nya di hutan
sebagai kenangan kasih yang hangat sempat didekapnya di masa kecil
dan kau telah melihat lintasnya, di antara wacana puisi
isak yang disembunyikan rapih di sistim sistim nya, telah kau temukan
dan sekarang berdentaman di nadi nadimu
dalam harmoni kontrapuntal, dalam subdominant maupun diminished ke
tujuh
appogiatura melesat lepas dari partitur, dan nada nada triplet
berderak bagai serbuan banjir, tiada terhenti lagi

tapi engkau telah tiba kini, di teras pemisah antara pasar atas dan
pasar bawah yang tertutup kabut
kau telah tiba kini di kaki benteng belanda di sebuah bukit
beberapa langkah dari jam gadang
padahal bau tembakau boyolali dan bunga bunga ditampah begitu kental
serta lori tebu merayapi sawah sawah di sayup tembang dalang wayang
kulit

Kau telah menjemput sukmaku
dan menggandengnya berlarian di taman parka Guell
sambil kita mendendangkan lagu kanak kanak bahasa swahili
dan mengayun ayunkan kalung manik manik peru

tahukah kau?
aku akan rela menukar semua hari esok ku, untuk satu kemarin
di mana kau gandeng tanganku

15 April 2003
idaman andarmosoko
------------------------------------------------------------------
KETRIMATRAANMU

menghampiri kejauhanmu, ada yang bertambah dan berkurang
unsur konsepmu tak berwujud tapi seolah-olah ada.
unsur rupamu mengambang diakhir bentuk rancangan.
unsur pertalianmu tak cukup jelas membatinkan rencana keseluruhan

mungkin saja kau keteduhan yang kucari di balik kurva-kurva enerjik
sensualitas yang kumimpi di antara lembut lengkung-lengkung gaudi,
keantiklasik-antihistorikan karakter yang unik,
kereligiusan juga kesekuleran.
kau adalah stereotip
kejeniusan arsitektur yang ekstasi sekaligus tragis.
wujud kebergantungan hukum alam yang mendikte seluruh hidup dan
struktur sebagai transisi konstan.
cuma bisa di rangkum dalam keholistikan.
cuma bisa dirangkum dalam kediaman dan ketidakterburuan.

tak kunyana pagi ini bangun dalam kehilangan

indah ip
18 april 2003
12.40pm


KEARSITEKTURANMU 6

dalam metode penelitian kau adalah juga definisi masalah
gagasan sekaligus tujuan
eksperimen-eksperimen tak terkendali
penekanan-penekanan
temuan-temuan dan kesimpulan-kesimpulan
hipotesa khusus yang tak perlu diuji dan dikukuhkan kesahihan pun
keandalannya
dadaku pecah, kau puas?

indah ip
10 april 2003
11.00-13.00
--------------------------------------------------------------------
KEREKAYASAAN 6 :PACHEBEL

Retas jalan jalan terpecah dalam pembagian fakultas,
sekat sekat disiplin sudut pandang
dan kesepakatan penamaan fenomena
menjadi denah jelajah otak

di mana keselarasan, ketika bentuk dan warna mengisi ruang
di mana rasa ketika alir dan sosok membentuk persepsi

tapi pecahkanlah juga sayang ledak itu telah lama kau genggam
tapi cairkanlah juga sayang beku itu telah lama kau dekap

setiap satu garis kutarik telah kulindas sebuah rasa di rongga diri
setiap satu hari berliwat telah kubiarkan satu semilir luruh hilang
setiap satu tata kupenuhi telah kubunuh satu sayang

melihatmu di sebrang jalan, lambai tatapmu dipagar jarak
melihatmu di kata kata, dinding dinding mencacah gapai

sini, mendekatlah, sistim koordinat cartesian telah kubatalkan
dan geometrik analitik vektor telah kuusir pulang
statistika empirik diam terpejam

sini mendekatlah, waktu tak lagi linier tak lagi absolut
sini mendekatlah, jiwaku sudah memecah dinding kaca saat tadi malam
mataku berkaca
sini mendekatlah tak ada lagi bisa halang
luka luka telah bangun pada puncak airmata, dan mereka kini berkuasa
atas derap waktu,
semuanya jadi anomali, semua membatalkan aksioma
kecuali satu bisik sayang yang terucap di tatapmu

ayo, masih ada apa lagi, sudah sampai kita kesana
mendekatlah,
mendekatlah dalam d mayor, mendekatlah dalam pachebel

15 april 2003
idaman andarmosoko
-------------------------------------------------------------------
KEPARTITURANMU
sesungguhnya aku tak mau kau berserakan dalam hari-hariku. tapi aku
menyerah.
sebab kau adalah klimaks dalam ratus simponi, kebedaan-kebedaan nada
kemarin dan hari ini,
sebuah hiruk-pikuk riuh-rendah dan kehingarbingaran chorus sekaligus
kediaman-kediaman pupus,
coda-coda brilian yang membawa kegemparan sekaligus gaung yang
mencolok di labirin telingaku
serupa symphoni no9 sekaligus sayatan-sayatan paling tinggi yang tak
terobati.

tak, tak. kau tak sekedar kegamangan empatmenit tigapuluhdetik canon
in d mayor pachelbel.
tak sekedar kediaman delapanmenit limasatudetik adagio albinoni.
tak sekedar kesyahduan limamenit limabelasdetik air from suite no3 in
d bach.
tak sekedar kesunyian enammenit sepuluhdetik piano sonata no14
moonlight beethoven.
tak sekedar kelelahan tujuhmenit delapanbelasdetik piano concerto
no21 in c major mozart.
semakin dan semakin.
kau adalah keimortalan melodi.

pernahkah kau dengar beberapa orang mengatakan bahwa yang terbaik
adalah tidak mendekati pusat waktu ?
dan pernahkah kau tahu betapa aku rela bersetubuh dengan kegilaan-
kegilaan liar tanpa peduli
apakah pertemuan dua waktu akan melahirkan keputusasaan atau
kebahagiaan ?
o pernahkah kau tahu?
pernahkah kau mau tahu?

indah ip
18 april 2003
02.02 pm

KEARSITEKTURANMU 7

dalam keruangan kau adalah focal point
dalam keurbanan kau adalah landmark yang berperan membentuk skyline
dalam interior kau adalah sesuatu yang tak perlu rekayasa
variasi-variasi yang bila ditiadakan fungsinya akan menurunkan
semangat hidup pengguna
kau adalah juga ruang abstrak
ketidaknyataan dan ketidakterukuran yang implikasinya membutuhkan
kejelian dan kearifan
ya!ya! masih kucari penegasan pintu masukmu!

indah ip
10 april 2003
11.00-13.00
-------------------------------------------------------------------
KEREKAYASAAN 7: YANG PALING PINTU, BADARZEWSKA

Tapi yang paling pintu adalah ketuk, pada saat hening membangunkan
kita
dari ketersesatan dalam riuh ruang waktu, yang menebar hantu hantu

Tapi yang paling gapai adalah sapa, pada saat kita berdiri diatas
segala konsep menyingkirkan kelu benak dan nalar
dari keterasingan yang kita susun dalam perjalanan penaklukan atas
hari hari

Tapi yang paling jelang adalah langkah, mengayun arung di atas tahun
tahun, membentuk makna bagai manik manik suku indian, menegaskan
kembali ketegaran dan menyingkirkan kegamangan
dari keraguan yang dicicil oleh tabungan luka dalam perlawanan

Tapi adalah saat hening itu saat pintu itu saat kelu di mana dimensi
ruang tak bisa lagi bicara
tinggal bisik tersisa, terselip dibalik baris baris puisi
membisikkan bahwa kita telah sampai di sana
di ruang ruang gapai rasa
di techla badarszewska

15 april 2003
idaman andarmosoko
------------------------------------------------------------------
KEPETAANMU

sebetulnya sebuah pintu dan jendela pernah sama-sama kita buka di
ruang tak sama.
menit pertama kau mengeluh lewat angin betapa silau matahari
melepuhkan matamu.
menit berikutnya aku mengeluh lewat matahari betapa desau angin
memekakkan gendang telingaku.
sejak itu kita sama-sama memilih menutupnya.
membiarkan lumut berkerak di telapak kaki dalam kelembaban hati.
hingga suatu hari kita sama-sama mengerti tak perlu mencari pintu dan
jendela lagi.
tapi waktu berhianat atas nama cinta.
berdalih keabadian bukan maya dan selalu punya peta

maka dalam analisis tapak kuterjemah kau sebagai lingkaran bukan
konsentris, sistem pola-pola pengangkutan bukan radial bukan linier
bukan pula organik dalam analisis pemrograman kutaksir kau sebagai
hubungan ruang-waktu,
tanggapan-tanggapan fisik dan fungsional yang tidak sistematis,
sebuah diagram telaah

ketika lelah kutangkap dengung lebah: di dunia bermasadepan setelah
kekinian tak ada kehampaan
maka tak lagi ada yang aku takutkan. meski tak akan lorong-lorong itu
membawamu padaku, meski tak akan pintu-pintu itu terdefinisi
kesadaranku, aku bahagia.
setidaknya gurat tangan kita pernah bertautan sebelum ketololan-
ketololan memastikan semuanya betul-betul penghabisan.

jadi mari berhenti mencari perulangan-perulangan, berhenti
membayangkan segala kekaguman dan akibat yang pernah terciptakan.
kita simpan saja kunci di bawah pot hanjuang.
bukan untuk dilupakan tapi berharap suatu saat ditemukan. oleh kita
atau bukan, ah, peduli apa.

bukankah di dunia bermasadepan esok adalah bukan kemustahilan
melainkan keyakinan-keyakinan dan kesempatan!
jadi mari, mari!

indah ip
18 april 2003
3. 59 pm

KEARSITEKTURANMU 8

kau adalah keluasan gerak yang tak punya modul standard
zoning-zoning tak berhirarki sekaligus juga komposisi harmonis
teksturwarnairama
proporsi humanis dan fungsi estetis yang nyaris sempurna
keantrophometrisan yang terpeta dalam keinginan-keinginan purba
mendamba

indah ip
10 april 2003
11.00-13.00
-------------------------------------------------------------------
KEREKAYASAAN 8:TERURAI DALAM POLONAISE A MAYOR

Waktu membongkar kita selapis demi selapis
pada setiap nol koma satu milimeter garis tinta
pada setiap layer layar autocad
pada setiap render di 1024 kali 768 warna 32 bit
dan kita dekap sayang bunda bergaung kembali di puncak hari

Percakapan mengurai kita, wacana demi wacana, menterjemahkan hidup
pada setiap indeks refraksi permukaan panel bahan
pada setiap tingkat transparansi keping fiberglass
pada setiap sudut bias jatuhnya sinar matahari pagi
di atas spektrum warna terpantul di kolam mezzazine
sekilas terpantul gandeng tangan berjalan jalan ke pasar saat usia
belum sekolah

Kedip bintang memantul di mata kita, menjejerkan tiap tangis yang
pernah lewat
membentuk database relasional terinci dengan logika non diskrit
berisi setiap butir haru, setiap jerit sesuatu terenggut, yang setia
menegakkan kekuatan diri dalam berbagai tempuh sistim pemarkaan waktu
yang semuanya terhenti ketika kau menepuk pundak ku menyapa

Sudut dan warna kita urai dalam suatu semiotika,
terbagi dalam jaman jaman, roccoco dan renaisans, bauhaus dan art deco
proyeksi proyeksi arketip, dan ketidaksadaran kolektif
rekaman marka marka peradaban, dari mesopotamia sampai ke dekonstruksi
dari rindu sampai ke rindu
dari getar sampai ke getar
dalam A Major cantabile, con brio dolce

15 april 2003
idaman andarmosoko
-------------------------------------------------------------------
KELANGITANMU

katamu melodramma bocelli mengingatkan rindu yang carutmarut dalam
purnama.
himne tentang kekuatan dan kesakitan cinta.
sementara some one like you dan mille lune mille onde yang berkisah
tentang seribu bulan seribu gelombang mengingatkan tunas-tunas hijau
yang tumbuh dan meranting
dalam kebersamaan kita

sejak awal kita tahu mana yang perlu dan tidak perlu
maka kepastian rasi bintangku menggelandang dibelah langit utara,
berteman kelompok bintang-bintang belia paling cemerlang pleiades,
hyades hingga nebula sisa supernova yang dipusatnya terdapat bintang
berdenyut sebagai bangkai yang telah meledak,
adalah kepengetahuan yang hanya perlu kusimpan sendiri.

sementara apakah rasimu menggelandang dibelah yang sama, berteman
bintang kembar tiga, kelompok bintang terbuka bermagnitudo
tigakomalima dan kelompok yang agak redup,
ataukah dibelah langit selatan berdampingan dengan bintang kembar
hibrida, bintang ganda, bintang kembar menggerhana hingga kelompok
bintang globular dengan magnitudo enamkomanol plus yang bisa
ditangkap mata bugil biasa,
adalah kepengetahuan yang hanya perlu kau simpan sendiri pula.

kita terbang dan terus terbang.
tak pernah berusaha menakar dengan tepat setiap keinginan pada
porsinya.
tak pernah menganggap setiap ketaksempurnaan sebagai dosa.
kita terbang dan terus terbang.
tak pernah memaksa diri beradaptasi dengan keteraturan dan
keperilakukan.
tak pernah mematok setiap kejadian harus dirumuskan secara
kontekstual berdasarkan
lokasi, budaya setempat, politik yang berkembang, kesosialan atau
tren yang sedang ramai dipertontonkan

seperti conceptual metaphor yang menyatakan sebuah bangunan punya dua
imej simultan,
kita berpedoman demikian pula seluruh perjalanan panjang yang
terentang hingga sekarang.
satu sisimu dan satu sisiku.
perbedaan kita ikrarkan sebagai kelengkapan bukan kebenturan.
tak kita haruskan puzzle raksasa itu tergenapi.
sebab kita pahami kekosongan adalah jeda yang berarti tergantung
bagaimana kita memaknai

satu sisimu dan satu sisiku,
bebas dari hambat segala
kita terbang dan terus terbang,
tak mencari hakikat sejati tak mencari pembenaran-pembenaran diri,
hanya terbang dan terus terbang, bebas dari hambat segala

indah ip
18 maret 2003
5.25 pm

KEARSITEKTURANMU 9

dalam desain universal kau adalah kebebasan aksesibilitas dan
sirkulasi
ketakberbatashinggaan dimensi
dalam desain ramah lingkungan kau adalah kombinasi blue-green
keseimbangan kesinambungan
sebuah kontribusi dan supply energi yang tak bisa tak
sudah saatnya diperhitungkan
kau lihat ? hatiku pingsan!

indah ip
10 april 2003
11.00-13.00
--------------------------------------------------------------------
KEREKAYASAAN 9:GELAGAR SAAT TATAP

Kau ingat kau guncang tanganku dan kau tarik tarik?
saat itu konsep ergonomi berhenti di otak
dan analisa spatial tidak berkata kata
hanya siang menyayupkan suara kendaraan di kejauhan
meluruh dalam nada nada sinkop dan harmoni nada triad
dan kita tak temu namanya
dalam seperempat detik itu

Kau ingat senyum dan tawa kita habis diujung senyap?
saat itu latar belakang dan latar depan tidak penting
dua dua nya muncul dalam etsa maurits escher
yang menggambarkan ruang yang berinvolusi, menyapa kanak kanak dalam
diri

perencanaan ruang publik dalam tata kota, menjadi lelucon yang lumpuh
menyingkir dihadapan es jeruk yang terciprat tumpah
dan ungkapan yang tak berhasil menjadi kata
dan kita hanya menterjemahkan tatap
pada saat tanda diam 2 ketuk dalam empat perempat
tak ada kodifikasi, tak ada genre
hanya kau dan aku, menemu rekahan waktu

kau ingat? saat tak bernama itu?
kau ingat? saat tak berkategori itu?
kau ingat? saat tak terulang itu?
kau ingat? saat tak pernah hilang itu?
kau ingat? bahwa memorimu bekerja sempurna sekalipun kau pingsan?

Ayo kita toreh toreh lagi gelagar kayu ruang pendopo ini lagi
dan kita sembunyikan sepatu lagi

15 april 2003
idaman andarmosoko
------------------------------------------------------------------
KESEKEJAPANMU

hidup adalah wangi gentayangan disekelebatmu, ketika bahu tiba-tiba
bersentuhan dan kau tumpahkan senyum sebagai tanda pertemanan

hidup adalah ketika racau hujan bertumbukan di atas atap bocor yang
tak kunjung sempat kau naiki menumbuk diri di tulang pipiku juga
pipimu dan kita larut dalam geli

hidup adalah setiap pertanyaan yang otomatis kita lontarkan malam
hari: kau baik-baik saja?
bagaimana pekerjaanmu? apakah besok banyak yang perlu dibenahi? dan
serangkaian kalimat sejuk yang membuatmu lantas nyaman menyenderkan
kepenatan hati

hidup adalah ketika kita sama-sama lupa hari sudah pagi dan nasi di
lemari telah berubah basi

hidup adalah selayang gugur daun menjelang tanah, sehembus angin
bermain sebentar di anak rambut,
sekelupas kulit ari yang konsisten terjadi, setiap ketika yang
terekam dari gegas langkah orang-orang di jalan,
satu tarikan nafas yang menggembungkan paru-paru sebelum akhirnya
dikeluarkan

hidup adalah sekedip singkat sudut mata, segerak lepas kibas rambut,
sederak pintu menggesek lantai sebelum tertutup,
secepat kau lari dan aku teriak jangan pergi!

indah ip
18 april 2003
6.40 pm



KEAJAIBANMU
Coda/reprise/overture penutup duet keasitekturan
(::) Indah IP dan (++) idaman andarmosoko
----------------------------------------------------------------

::
kau adalah bunga matahari suku aztek, seluruhmu
berhasiat bagi hidup
sekitar, keserbagunaan langsung tak langsung,
penangkal sakit kepala
yang suatu saat menggantikan fungsi neuralgin,
peningkat metabolisme,
pembasuh racun tubuh hingga anti radang

++
dari fungsi ke struktur yang tak teraba,
membiaskan cahaya puisi
adalah kita, saat membangunkan lelap kata kata,
dari semayamnya dalam
alir pembuluh darah

::
kau adalah kemboja, kecantikan mistis yang
mengaura sejak putik
hingga kembang, mendorongku sampai pada
kengerian langit runtuh dan
pencapaian seribu tempuh bila tak jumpa esok

++
dari kesekejapan ke jelajah matra puisi adalah
kita, mengungkap
rahasia rahasia getar, membiaskan jelajah jelajah
bahasa sampai ke
makna yang mempertemukan degup dengan
cakrawala berabad abad

::
kau adalah zepiranthus putih yang layak temani
patung kuda seberang
istana, zepiranthus kuning yang leburkan setiap
pengunjung dalam
kisah masa kecil di gerbang taman burung,
zepiranthus merah jambu
yang jernih ditimpa sinar sehabis hujan dalam
pekarangan liar pinggir
jalan
ada di batas nyata tak nyata, keindahanmu adalah
fungsi-fungsi itu
sendiri

++
pada saat kata telah merdeka, pada saat mantra
telah bangun, pada
saat nyanyian telah bergaung, pada saat derap
telah berdetak, pada
saat angin telah menari, pada saat pagi telah
bernama, pada saat
cahaya telah menjejer warna, pada saat bocah
bocah telah tersenyum di
kaki gunung, pada saat lapar telah bangkit
melawan, pada saat sejarah
telah tercatat, pada saat kau, pada saat puisi,
pada saat

::
kau metafora yang membangkitkan keberagaman
tanggap,
ketidakpermanenan, kemenarikan yang
menggantungkan penasaran,
kelekashilangan yang membuat gemetar

++
kau adalah tangkap, kau adalah hadang, kau
adalah hadap, kau adalah
sambut, kau adalah tanggap, kau adalah jawab,
kau adalah jelang, kau
adalah gapai, kau adalah saat, bangunkan bisu
menjadi syair,
bangunkan syair menjadi sihir, bangunkan luka
menjadi ayun, bangunkan
duka menjadi temu, bangunkan langit menjadi diri,
ayo!

::
duh. jika memang tercipta di negeri dongeng,
kuharap kau sungguh
jelma pangeran kodok yang menjawab selaksa
damba yang lama mendada

-------------------------------------------------------------------
::indah ip
19 april 2003
6.58 pm

++idaman andarmosoko
23 april 2003
pada detik tak terpetakan

CANON IN D

sampai detik ini aku tak tahu, apa gerangan menghantar bayang wajahmu ke mataku,
menclok seperti kakak tua di jendela waktu, tak ada angin tak ada badai tapi sempat mengabnormalkan ketuk dadaku

apa pula gerangan menggerakkan jempol tangan ibumu saat salah pencet tadi pagi,
smsmu minta maaf bilang beliau gagap teknologi dan tak sengaja pencet nomor satu yang delalahnya fast search nomor ponselku

kau aku tahu
seributigapuluh hari kemarin berlari tanpa tanda

nomormu sudah hilang dari dadaku sekian lama, sejak kita tak lagi nyaman pulang bersama sambil tak henti bertanya
apakah ini cinta lokasi cinta setengah mati atau malah empatperempat mati
dari ponselku nomor itu sudah pula empat mingguan hilang di perjalanan, sejak tanganku repot tentukan prioritas: pegang undangan, bayar ongkos atau menyelipkan handphone ke kantong jaket di jok belakang taksi

ah sebetulnya aku tak peduli, jika kau tidak sekonyong-konyong bilang ingin jadi dewasa dan menjalin lagi pertemanan kita meski tidak seperti dulu
aku tak juga peduli, ada atau tidak ada kebetulan-kebetulan mengherankan yang hinggap sekali dua kali bahkan berkali-kali

sudahlah, sudah. di mejaku berdiri secangkir kopi tanpa tatakan setengah terisi, sebuah radio butut dengan perulangan-perulangan lagu nostalgi, bertumpuk buku yang minta diterjemahi, berlembar kertas yang minta ditulisi, kalender bertanggal merah yang dengan semangat empatlima telah kulingkari, pensil tumpul, cutter baru, gunting tak berfungsi, pulpen-pulpen tanpa isi

sudahlah, sudah. seharusnya semua sudah selesai dari tadi, sebelum kelebat-kelebat itu kuanggap halusinasi akibat loncatan-loncatan listrik di kepalaku salah tempat lagi
seharusnya semua sudah selesai dari tadi, sebelum kejungkirbalikan ini mengkambinghitamkan virus yang belum terdefinisi dan kursi yang semakin panas diduduki
tuhan tolonglah! seharusnya semua pekerjaan kantorku sudah selesai dari tadi
dan bukan malah menjadi puisi

indah ip
9 april 2003
13.45 pm
RAPUH

surat cintamu yang rapuh
cuma bisa dikenali lewat hembus angin datang dan pergi
tapi kau demikian angkuh
mengakui setiap lembarnya adalah api

indah ip
23 februari 2003
12.47 pm
TOLONG KABARI

sekumpulan huruf gugup yang kemarin pergi
adalah rinduku
tolong kabari
jika tanpa sengaja kau dapati
ia telah mati
dalam telepon genggam terkunci
di jok belakang taksi

indah ip
23 februari 2003
11.40 am
PAGI YANG PUISI

matahari terperangkap di antara jalusi
sudut kamarku mengingkari pagi yang puisi dalam siluet lemari bisu,
ubin retak, dinding-dinding lembab dan cicak
yang tak henti gelisah

indah ip
april 2003
TAK TEMU

mungkin tak kan kau temu kata mereka
tak juga kata langit tentang puisi yang tiba-tiba jatuh siang tadi
dunia pasi
purnama enggan mampir malam ini

indah ip
maret 2003
Kolaborasi bidadari cantik [-] & mozart [+]
RENDEZVOUS

-
seperti kupinjam suara langit lewat senja
yang selalu kau lirik. sebuah risik:
adakahku disehinggakau?

+
seperti baitbait berlelehan dari purnama
semalam. sebuah dosa: sebabkau disehinggaku
adalah jelma ketikakita disemenjakkau dan semenjakku!


17-18 april 2003
11.21pm-07.45am