Tuesday, December 09, 2003

DANGAU TAK PERNAH SEPI

bukankah pernah kuceritakan tentang dangau tak pernah sepi
bulir-bulir padi temani tiap sisi
burung-burung pagi setia bernyanyi
dulu, ketika ladang masih hijau baru dan ilalang
belum tinggi selewat bahu

suatu hari bandang mampir tanpa permisi
semenjak itu ia rela terpisah dari tiang bambunya,
dari atap jeraminya,
dari teman-teman musim panennya
tanpa kesedihan
pun kepedihan
sebab bagi dangau sederhana itu tak ada yang lebih membahagiakan
selain melepas bagian paling berarti hidupnya
mencari dan menemukan
kebahagiaannya
sendiri

indah ip
12 november 2003
9.30 am

Tuesday, December 02, 2003

LEBARAN USAI 1

sejumlah kaleng kosong bercerita tentang perjalanan mereka sepanjang lebaran.
“aku mengunjungi masjid-masjid besar di kompleks itu, pekarangannya rimbun dan teduh”
“aku mampir ke rumah-rumah megah di jalan besar itu, pagarnya tinggi-tinggi dan indah”
“aku berkeliling dan menyapa mobil-mobil bagus di lapangan parkir yang luas itu, dari jendela tuan tampan dan nyonya cantik duduk nyaman sekali”

satu bulan setiap tahun kaleng-kaleng itu bahagia bisa memeriahkan jiwa-jiwa sepi pemiliknya lewat gemerincing merdu
meski setelahnya, mereka sama-sama duduk kembali di bawah lampu-lampu merah dan trotoar dalam debu, kehilangan suara

demikian pula lembar koran-koran bekas sepanjang jalan dan lapangan di hari yang fitri
mereka bahagia menjadi alas bagi jiwa-jiwa baru yang bersimpuh menjelang fajar, menjadi teman rumput, tetes embun dan tanah basah
meski setelahnya, cabikan tubuh lusuh mereka tertiup angin entah ke pelosok mana atau masuk dalam tong-tong sampah pinggir selokan begitu saja

indah ip
30 november 2003
21.00 pm



LEBARAN USAI 2

lebaran usai
apa yang kita tuai
segala tunai,
segala selesai?

indah ip
1 Desember 2003
08.00 am


Thursday, November 27, 2003

SUATU MASA, SENJA YANG JINGGA

suatu masa. senja yang jingga. angin membawaku sampai ke bawah kubah masjid tua. berdiri sejenak di pintu, seperti ada menggandeng tanganku, mendorong kaki lekas menuju, hingga duduk aku.

begitulah namamu kujumpa sepenuh dinding. seutuh pandangku. serumu kudengar sepenuh udara. segemuruh dada dan telingaku. sekian detik kemudian ada yang tiba-tiba bertanggalan. tak sanggup kubendung. di mana rahasiamu, di mana. rindu lirih dalam beribu tanya perih.

luruh aku, kekasih, luruh sungguh. kian kucari kian kusadari. setiap kujanji setiap kuingkari. apa bangga ilmu sejengkal itu. tahu nikmat tak kekal namun tak jua siapkan bekal. di mana sudah tersimpan sesal waktu. tiba diketinggian lupa landasan. tiba dikepuasan karam dalam lalai dan kealpaan.

suatu masa. senja yang jingga. seperti aku menemukanmu. dalam setiap deras gemetar kelopakku.


indah ip
25 november 2003
02.30 am
---------------
selamat Idul Fitri 1424 H, sahabat semua, mohon maaf lahir bathin ya
semoga kita senantiasa diberi kesempatan menjadi lebih baik, berbuat lebih baik dan menikmati keindahan ramadhan lagi dan lagi

Tuesday, November 11, 2003

SEKELOMPOK MATA JERNIH


aku bertemu sekelompok mata jernih di bawah rembulan
mata yang menyimpan luas samudera dan keras batu karang

aku mendengar bersahutan suara-suara di bawah rembulan
suara yang menyimpan lantang halilintar dan lembut rintik hujan

datang dari jauh bersimbah peluh
mereka pergi mencipta gemuruh

langkah-langkah mungil itu, dik, adalah awal
semoga suatu saat jadi besar

mimpi-mimpi sederhana itu, dik, adalah bekal
semoga kian menjulang tak pernah pudar


indah ip
"tarawih anak crcm, 31okt03-6nov03"
7 nov 2003
15.45 pm

Thursday, November 06, 2003

SEBATANG POHON DI PINGGIR PADANG LUAS

sebatang pohon di pinggir padang luas
batangnya kekar
daunnya rindang mekar
pergi kulewati pulang kulewati

rumput berkerumun di sela akarnya
semut merangkai peta di balik retak kulitnya
burung-burung senang hinggap di dahannya yang baja

suatu ketika hujan tumpah semena-mena
membuatnya kuyup bersimbah
lalu petir pecah
dan ruku ia tersambar menghadap tanah

sebatang pohon di pinggir padang luas
batangnya pernah kekar
daunnya pernah rindang mekar
pergi kulewati tapi kini pulang tak lagi

akarnya tercabut sebelum sempat kuhitung waktu

indah ip
5 november 2003
11.10 am

Tuesday, November 04, 2003

JIKA MENCINTAIMU ADALAH PERTARUNGAN

aku berharap waktu tejulur tanpa batas
seperti gerombol anak pinggir rel kereta itu
wajah-wajah bening telanjang kaki yang senantiasa asik bertegursapa
dengan kerikil
dengan deru mesin
dengan hempas angin
tahu rintang di depan tapi tak surut ke belakang
tahu jalan pulang tapi tak hendak beranjak pulang

keindahanmu adalah kemestian
sentral ma’rifat tersembunyi
keterendapan yang puisi

jika mencintaimu adalah pertarungan
maka dengan segenap ada
segenap taksempurna
tekadku satu
memenangkan perang besar itu


indah ip
03 november 2003
11.10 am



TURBULENCE

waktu bersijingkat
sujud belum lagi lekat
kian rapat
diri, ke mana berangkat?

indah ip
31 oktober 2003
08.00 am





Thursday, October 30, 2003

SERPIH

serangkum daur tumbuh
riwayat lengkung rumputan

terjadikan oleh yang menjadikan
terusaikan oleh yang mengusaikan

indah ip
30 oktober 2003
16.00 pm

Saturday, October 18, 2003

KONTEMPLASI

seurat nadi
sedebar jantung
setarik nafas
dekatmu, duhai kekasih
rahasia ribu jilid tak kunjung singkap
keindahan tak bersangkal tak bercukup
tak habis ditelaah tak selesai dititikkan

apa jadinya bila hilir perhentian itu tidak tiba pada ingatan akanmu
bila akumulasi kelelahan diri tidak sampai pada peta menujumu
bila kebergantungan ini tidak erat pada abadimu

medan perang apa gerangan berhari-hari meluluhlantak kesadaran hati
hingga membuatnya lupa

kekasih, aku buta

semakin tiba waktunya semakin hempas
semakin dekat jaraknya semakin lepas
rindu pekat dalam setiap kumandang namamu
kental dalam ingin nyata mengejar pintumu

kekasih, aku hilang suara

engkau segala lirih jiwa segala dahaga segala cahaya!

indahip
14 oktober 2003
11.15 am


SESUATU YANG JATUH KALA ITU

sesuatu jatuh bersama jejarum matahari
kala itu

serongga dada menangkapnya tanpa prasangka
sekedar berbagi ruang gerak
menjadi tanah tempat pijak

berganti musim
sesuatu itu menyembulkan akar
menerbitkan reranting malu-malu, dedaun yang teduh oleh waktu

tak satupun tahu
kenapa kemudian serongga dada lugu
bertekad merawatnya diam-diam
menjadikannya cikal
membiarkannya senantiasa hidup, berkembang dan tumbuh


indah ip
18 oktober 2003
20.24 pm

Friday, October 10, 2003

SEORANG LELAKI MENYIMPAN BANYAK MUSIM DI DADANYA

seorang lelaki menyimpan banyak musim di dadanya. ia nikmati kemarau ketika dedaun kuning berkejaran dengan angin. ia nikmati hujan ketika bebutir bening membuatnya kuyup dan gigil. musim semi selalu jadi musim paling panjang di pelupuk matanya. ia nikmati debar menjantung, nada-nada tak berujung

seorang lelaki menyimpan banyak musim di dadanya
itu sebab ia kaya warna

indah ip
19 juni 2003
09.30 am


PERNAH KITA BUAT

pernah kita buat sesak paruparu oleh warna
kita bungkam angin hingga tak sanggup menghembus wangi lebih wangi dari yang kita nafaskan

suatu masa kita tersedak
satupersatu gemintang jatuh dari kerongkongan

bukan tak pernah berkaca mencari nama yang sama
entah pada bab mana titik ditujahkan karena koma tak bisa memakna kalimat

tak sempat terukur berapa tinggi pasang pernah meluapkan sungaisungai di dada
karena kita tak cukup sabar merangkum ketaksempurnaan sebagai bekal

indah ip
12 mei 02
10.30 am


KAU DENGARKAN, TUAN ?

ketuk hujan di tiap retak tanah
langit demikian tumpah
seperti rinduku meruah di sela rerumput basah

indah ip
12 februari 02
7.00 am


BIRU

seonggok bayang memulas langit dengan biru hatinya
sambil sesekali berujar tentang kehilangan sebuah danau
tempatnya melarung sampan kala sepi
menyeruput sejuk kala dahaga
mengail tenaga kala hilang daya
hingga menumpahkan derai kala takut melanda

sekelompok mendung yang dari tadi naungi kepalanya
jadi merasa tak enak dan iba
maka pergi mereka bonceng bayu yang kebetulan lewat
membebaskan sang bayang bersama langit menumpah rasa meratap warna
berdua saja

indah ip
21 juli 01-tengah malam
4 agust 01-23.10 pm

Friday, September 19, 2003

sebuah cerpen pendek
NEGERI DONGENG
Oleh Indah IP

Ia tak tahu kenapa ibu menangis. Ia juga tak tahu di mana sesungguhnya sedang berada. Mungkin negeri dongeng. Langit-langit keabuan di atas kepalanya adalah layar-layar perahu seperti yang sering dilihatnya dalam buku cerita. Tulang-tulang tebal yang menghubungkan setiap bagian layar mungkin adalah perpanjangan tali jangkar yang sedang menahan beban di laut lepas. Ia sendiri adalah puteri raja yang berbaring dalam singgasana mewah berkelambu. Orang-orang ramai di sekelilingnya adalah dayang-dayang atau bidadari yang menunggu perintah tuan puteri. Setiap orang dilihatnya berlarian ke sana ke mari, terseok-seok menggendong sesuatu di dalam hati. Kepalanya berputar. Berangsur-angsur segala pendar dan buyar.

Ia masih tak tahu kenapa ibu menangis. Yang ia tahu ia adalah puteri yang sedang mengungsi dari istana sendiri. Sesayup terdengar negeri tercintanya porak poranda. Sejumlah saluran terkontaminasi. Penampungan-penampungan air kosong dan hancur. Jendela-jendela pecah berhambur. Selokan-selokan mengalirkan bau anyir menusuk hidung. Rumah-rumah pengap terkurung. Toko-toko tutup. Makan dan minum tak cukup. Anak-anak tak lagi bisa berlari. Sepanjang jalan ada duri dan api. Selongsong kosong menyerak di ujung kaki. Juga keping-keping hangus tak jelas arti. Wajah-wajah pasi. Pohon-pohon mati. Hewan-hewan pergi. Penyakit silih berganti. Para ibu meratapi sekarat bayi-bayi. Para ayah mengayun langkah untuk tak kembali. Lolong di kejauhan yang tiba-tiba memecah telinga kesekian kali adalah dentum terakhir sebelum diyakininya waktu berhenti.

Demikianlah setiap membuka mata ia nyaris frustasi. Tak ditemunya arti tangis ibu yang kian menusuk hati. Hingga suatu ketika ia bangun setelah bermimpi. Menemukan diri tak lagi seorang puteri. Tapi seonggok tubuh yang menggelontorkan cairan basi. Telinganya menangkap denyut cacing-cacing tanah sekaligus sinyal negeri antah berantah. Matanya menangkap sesuatu menandak-nandak menyusun ingatan tentang riuh pasar sebelum ledakan besar memisah gandeng tangannya dengan ibu. Pagi itu ia cuma ingin membeli sandal baru. Tak lebih. Tapi mungkin itu suatu kesalahan hingga harus ditanggungnya perih. Rasa sakit menjalari sekujur tubuhnya. Seperti ada yang sedang mengelupas setiap detik tak berhenti. Berpacu dengan waktu dalam kecepatan tinggi. Dan mulai didengarnya ratap menyayat hati, tangis pilu bayi-bayi. Ia menggigil. Dingin menembus tulang-tulangnya. Membuat kebas organ-organ tubuhnya. Menggeretakkan rahang dan giginya sebelum berhasil menganga.

Dalam tenda seadanya seorang ibu menguras air mata. Tak sanggup menjawab tanya lirih bidadari kecilnya tanpa tenaga, “ Ibu, kenapa kakiku tak terasa ? ”. Senja tiba-tiba kehilangan cahaya ketika tak lama selimut ditarik menutup dada kemudian genap menutup kepala.

Jakarta, Maret 2003

Wednesday, September 10, 2003

SURAT BUAT IBUNDA

kadang hari jadi demikian melelahkan, ibunda, ruang menujumu tiba-tiba saja terasa luas dan jauh
ingin nanda ceritakan tentang sayap-sayap yang tak henti belajar terbang
mencari setiap celah untuk memperpendek jarak mempersempit ruang
ingin nanda ceritakan tentang wangi kelopak sepanjang jalan, biru langit, hembus angin dan warna pucuk-pucuk hijau
mengumpulkan keindahan dalam telapak untuk dibawa pulang ke pangkuan
berharap bisa menghapus letih kening dan sudut mata bunda

sesungguhnya tak jarang langkah nanda tersandung batu terhalang badai
tapi bekal yang bunda sampirkan sejak dulu selalu bisa menghantar nanda ke seberang

kadang kabut sama sekali nyaris tak tertembus, ibunda, perjuangan melewatinya tiba-tiba saja kehilangan tenaga
ingin nanda ceritakan tentang ketakutan-ketakutan dan mimpi buruk menjelang tengah malam
tentang kegamangan dan keraguan setiap kali jembatan dan pintu menghadang di depan mata
tapi percayalah bekal yang bunda titipkan di bahu selalu bisa mengisi kekosongan, menguatkan dan menegakkan kembali wajah nanda

seperti pesan bunda,
nanda belajar dari rumput yang tegar untuk selalu tumbuh
nanda belajar dari tetes hujan di atas batu yang tawakal berikhtiar

tak pernah mudah, ibunda, tak pernah
jika sesekali nanda berhenti
nanda ingin bunda tahu bukan tuk menyerah
tapi menerjemah hikmah dan menelaah diri sebelum berjalan lagi

tak pernah mudah, ibunda, memang tak pernah
tapi nanda tak gentar
sebab cinta dan doa bunda terbukti jadi energi tak berbatas yang tak pernah kehabisan cahaya dalam setiap langkah nanda

indah ip
14 juli 2003
8.56 am

Monday, August 25, 2003

SURAT KEPADA SAHABATKU PEREMPUAN PENGEMBARA II
:bunga rumput liar

selamat malam, bunga
kau harus ucapkan selamat padaku karena mulai bisa mengendalikan debum-debum tak beraturan itu

bukan. bukan planet merah yang disalahpersepsikan orang akan kembang sebulat purnama sebentar lagi
ia hanya satu di antara sekian kekasih langit
yang sederhana dan biasa saja
yang tak pernah betul-betul tampak
yang hati-hati berdenyut dan berkesiur lembut

mungkin aku terkesima pada sahaja
pada kharisma
pada tegak amanat teguh semangat

sampai peroide ini berjuntai gelagat kunikmati saja
sebagai gelitik yang sesekali membuat batuk
gatal yang sesekali ingin digaruk
tak ada yang perlu diperbesar
tak ada utopi luar biasa pun cita-cita palsu

sepertimu, aku belajar bersyukur
memulangkan itikad pada hakikat
menjaga dan mengelola
that's all !

nah kembali padamu, sahabat nun di lintang-bujur berbeda
kadang aku rindu percakapan kecil kita tentang laut
berkali-kali kuingat bagaimana bidukmu jadi bintik sebelum benar-benar hilang
aku sadar lembar-lembar almanak selalu menitipkan banyak makna
kita dicipta sebagai layar yang tak pernah berhenti menelusur perjalanan
mencari persesuaian dan perimbangan

sesaat setelah keberangkatanmu dulu
aku puputkan segenggam doa pada angin

selamat melepas ikatan bedung, mengangsur kayuh menuju tarung
rebutlah kemerdekaan itu !


indah ip
24 agustus 2003
21:52 pm






Wednesday, August 20, 2003

SURAT KEPADA SAHABATKU PEREMPUAN PENGEMBARA
--bunga rumput liar

satu di antara sekian yang mampu melelehkan gumpal-gumpal kalimat kental nyaris kaku absolut adalah kau,sahabatku
yang berkali-kali berhasil mematangkan jerawat batu dan membuatnya letus tepat sebelum semua obat mujarab kuvonis palsu
yang tak pernah gagal membuat gatal, menyubur candu, mencipta keengganan-keengganan segera normal

bagaimana keadaanmu sekarang? sudah lebih baik?

tentang rumah baru itu
kubaca suratmu mengutuk pagar-pagar maya
tahukah betapa di sini aku pun sedang gila olehnya ? ya, kau percaya, oleh pagar!
lucu. sejarak jauh ini kita masih dikutuk dengan banyak persamaan. ha! mungkin itu tanda yang lekat di kening kita. hantu sejati.

kusampaikan rahasia angin, sahabatku, di sini sedang terjadi gejala alam!
sepintas kutaksir cuma kebetulan-kebetulan nyaris sempurna
tapi sebegitu hebatnya hingga tiada ingin kutolak pun kuingkari
melainkan kukelola dan kupagari (nah, sekarang kau tahu maksudku!)

pabila musim itu datang
aku disibukkan oleh keletihan-keletihan wajar yang menggairahkan
belajar membebaskan diri dari cemas perubahan dan kehilangan
menurunkan kadar ketakutan-ketakutan berlebih tentang rindu yang suatu saat rusak binasa
mencukupkan syarat perjumpaan
memacu energi untuk berefleksi dan berkaca

sahabatmu ini telah siaga penuh menuju fana
tak kucari penawar
sebab mungkin ini bukan cinta sekedar tapi cinta sebenar
cinta sunyi tak terdengar

tak habis pikir kucatat fenomena
ternyata miring poros bumi bukan satu-satunya alasan perubahan iklim terjadi
alasan akurat lain adalah pengaruh lengkung samar malu-malu yang hilang timbul tersungging saat bertemu (aduhai, teduh itu!)
berhasil dibuatnya satu tempat di ruang dadaku sedikit lebih hangat beberapa waktu
hingga ada yang terus bergerak berproses, memperlebar wilayah
berharap sedikit banyak terciprat pesona meski sebentar

sahabatku, o, sahabatku! sejujurnya saat menulis surat ini pun aku sedang gemetar
sebab tepat sore tadi kutemu kawah besar di bagian lain
seperti sisa hujam meteorit pada wajah bulan!
aku kritis! tolonglah. stadium ujung!
siapa pula berani berbuat onar?
memporakporanda dan meresahkan seluruh penghuni rongga dadaku

ooughh!! sudah ah. sudah dulu ya
ampunkan kalau surat ini harus berhenti di titik penasaranmu. lain kali kita lanjut dengan waktu dan situasi yang lebih toleran
aku hendak mencari pertanggungjawaban! (baca dengan khidmat: t a k s a b a r !)

salam paling indah
baik-baiklah kau di sana

tentang pagar-pagar itu
kadang kupikir apa pula hak mereka membuat kita semakin gila?


indah ip
17 agustus 2003
23.41 pm


KUNANG-KUNANG

aku sedang mencari kunang-kunang, pu, kunang-kunang yang jatuh dari bola mata itu

ingin kucuri tahu tak cuma tentang keteduhan
tapi juga kekosongan-kekosongan, peta-peta tak terselesaikan
mimpi telah tanpa sengaja tertafsir sebagai tanda
ingin kucuri inti yang paling inti segala utuh segala seluruh

aku masih mencari kunang-kunang, pu, kunang-kunang yang jatuh dari bola mata itu
kunang-kunang yang jatuh tepat di muara tanyaku dan hilang tepat di sudut tak nyanaku


indah ip
14 agustus 2003
9.48 am


BOCAH JEMBATAN

pagi ia menyanyi, menari
di tangannya botol kosong berkerikil dan bekas kantung permen
setangkup harap dalam polusi
mengejar perut sekedar terisi

petang ia menyepi, menepi
dipeluk remang sudut jembatan dan ringkuk mimpi rindu buaian
anak sungai kering di matanya
menghapus tanya bunda di mana

indah ip
12 agustus 003
20.54 pm

Saturday, August 16, 2003

*dikumpulkan dengan segenap cinta
dirgahayu negeriku!
-----------------------

BENDERA

pada tanah merah
ujung nafas penghabisan
kukutuk peluru-peluru tak bertuan yang sebentar lagi merebut hujan perseid dari matamu, dik
merenggut rengkuh yang susah payah kudekatkan
aku tak kan pulang
ijinkanku membawa pergi senyum mawarmu di dada koyak
jangan nantikan selendang itu tiba tanpa luka

titipku, dik, rawat merah putih yang tak sempat kukibar dengan airmata
jangan biarkan ia kehilangan sahaja
karena sedemikian di ruang dadaku
ia adalah nyawa

indah ip
16 agustus 2003
17.05 pm


SETIAP DETIK ADA YANG TANGGAL DARI MATANYA

setiap detik ada yang tanggal dari matanya
mendanau di ujung kaki
meriwayat kepergian ayah berminggu lalu dengan senapan di dada
juga kepergian ibu yang rubuh tepat di depan matanya

seorang bocah berlari entah ke mana
menggantung tanya tanpa suara
pada makna tangis dan peluk erat adiknya
yang semakin dan semakin
merajam dada

indah ip
25 Mei 2003
22.45


SEDEMIKIAN

mendung menggumpal di langit menganga

sebelah bumi menggambar pelupuk basah
di antara peluru tumpah, ledak pecah dan tanah merah
sedang sebelah bumi lain terlalu sibuk
menggambar kasakkusuk tuding telunjuk
hingga lupa arah lupa wajah

merahasia di relung dada
seribu kesah leleh di kepala
sedemikiankah lengah
kita berkaca ?

indah ip
25 Mei 2003
21.33


PABILA
: mereka yang tak pernah lelah

di belah bumi sebelah
mungkin langit memerah
hingga pelangi tak pernah demikian indah terterjemah

dalam dada buncah, amarah lagi dan lagi
menanah kian parah
o diri demikian lemah!

pabila bisa dibuat pucuk-pucuk senapan itu patah
pabila bisa dibalikkan sesuatu tak terbantah
maka hanya rencanaNya
dan hanya rencanaNya
sanggup ciptakan wajahwajah tak bersalah
kembali cerah
sanggup taklukkan tangan-tangan berlumur darah
kembali tengadah

indah ip
7 juli 02
19.34 pm


KUKABARKAN KEPADAMU, ANAKKU

di tanah ini keringat jadi puing tak berarti
kuat hati jadi darah mencecer bumi
hujan adalah tangis malam hari
kemarau tak henti memercik api
tiang-tiang ramai ditancap mengusung pribadi
namun lorong-lorong tetap sepi
dinding-dinding tuli

kelak kau mengerti
mengapa perlu kita cari mata-mata air itu lagi
mengapa perlu kita ganti bintang-bintang mati
mengapa perlu kita tanam pondasi hijaukan lagi nurani

sudah lama rindu tak terperi
lekaslah besar, nak
tanah ini butuh ulur sejati

indah ip
30 juni 02
17.20 pm


HILANG

"ganti saja aku dengan ratus obor yang demikian sering kalian sulut itu!"

kedengkian dan pertikaian jadi api
meletupkan dada-dada mereka
memecahkan mata-mata mereka

semenjak bosan jadi pelita bagi wajah-wajah gila
matahari memutuskan segera mati dan jadi abu saja !

indah ip
10 maret 2002
9.23 am


KUSAMPAIKAN YANG TAK PERNAH TERSAMPAIKAN KEPADAMU

pabila pohon ini didera badai, aku ingin jadi bagian dari akar yang tetap membuatnya tegak
pabila pohon ini tumbang, aku ingin jadi bagian dari tunas yang akan membuatnya hidup kembali
pabila pohon ini menjadi besar, aku ingin jadi bagian dari kambium yang mengekalkan sejarah

jadi jangan tanya kenapa ribu lecut tak mampu membunuhku meski diukirnya bilur sepanjang raga dibuatnya lukaluka menganga dihabiskannya suara meneriak pedih tak terkira
berkalikali bisa dicacahnya tubuhku
tapi tak bisa padam lilin kecil yang bersumbu di jiwaku

indah ip
9 maret 2002
9.10 am


KAPAN HENTI

langit semburat duka
ditangan anak negeri terbaca
pertiwi binasa
saudaraku, kapan henti tikam sesama?

indah ip
18 maret '01
24.32 am


HARUSNYA

kapal tempatku berpijak telah lama bergelut badai
ditampar ombak, ditebas angin, digulung kabut
jalan belum berujung

rinduku jauh diseberang
pada gelombang dan karang terjal kusemat harap

negeriku cintaku,
laut yang belah bumi
harusnya satukan aku, kamu, kita, mereka dalam tuju
bukan malah memecah rasa dan bentangkan beda

tak sudi menyerah!
jangan karam sekarang!


indah ip
28 november 2000
5.50 am

Sunday, July 27, 2003

SELALU ADA YANG BARU MULAI

tiba-tiba aku
menjadi burung yang sadar tak mungkin terbang sempurna
dengan sayap tak lengkap

mendaki setiap tingkat menujumu
semakin jadi rindu yang gegap dan ruah
menyulap keletihan jadi kepulangan yang indah

indah ip
26 juli 03
22.51 pm

Friday, June 27, 2003

TAK USAI

perjalanan ini sendiri adalah kerinduan yang lekat
dalam dedaun jatuh akasia,
kelupas kulit tembok-tembok tua,
deru knalpot,
rangkai cuaca

pencarian tak usai atas rahasia fatamorgana
dan makna setiap perputaran roda

indah ip
3 juni 2003
17.30



MENCARI ABADI

aku mengerak
pada kecemasan waktu
kelelahan-kelelahan gigil
dindingmu yang bisu
tak pedulimu yang batu

mencari abadi
setiap grafiti
juga kenang lalu


indah ip
3 juni 2003
18.00



LELAKI TUA BICARA PADA SENJA

lelaki tua bicara pada senja
: tak ada pengorbanan
sia-sia

setiap peristiwa adalah keping berbeda
yang jatuh di pusar waktu
dan kekal
di sudut-sudut matanya

indah ip
3 juni 2003
17.00



Saturday, June 07, 2003

FAJAR

sebelum berangkat
pak tua tak pernah alpa
menyapa gerobak sampahnya
dengan cinta
:kita akan mengubah dunia

dan setiap pagi orang-orang berebut
menyaksikan matahari
terbit di wajahnya


indah ip
8 juni 2003
9.37



SENJAKALA

yang terindah adalah senja
semburat magenta
bulan terbit malu-malu
burung-burung pulang ke dadamu

indah ip
7 mei 2003
10.34

Friday, May 30, 2003

ACEH


muntah peluru membusuk di telinga

pagi ini
entah anyir kulit lepas dan kering tulang sesiapa lagi
burai di teras depan

celah dinding menulis kematian
lemari, kursi, segala perisai persembunyian

pergi, matahari, pergi!
kami menunggu pelita lebih abadi

indah ip
28 mei 2003
10.35 am

Sunday, May 25, 2003

AKU GERIMIS

aku gerimis
mencari titik
sidik jari musim tak tetap
di tepi matamu

indah ip
25 Mei 003
10.07 am

Tuesday, May 20, 2003

KITA,O, KITA
;bagiku,mu,dia,siapa saja

tentang bahtera yang kita sulut di depan mata
suara-suara dibalik tembok tebal
rintih pesakitan di gubuk tak berjendela
mahluk mungil tak berdosa
amarah sebagai penghalal segala darah
senjata sebagai tameng topeng kaca
dimana tersimpan segala cahaya segala daya
kemana ditanam segala asa untuk esok tak pernah dinyana
hidup adalah pusaran buas
dunia luka dan kita masih bertanya

indah ip
23 september 01
10.07 am
KESEKEJAPAN YANG BERHARGA

kemarin kau tanya kenapa dunia tiba-tiba pucat
kenapa harus bangun setiap pagi, merangkum keberanian mengakui kali ini tak ada mimpi

bukankah perjalanan ini, sahabat, kesekejapan yang sangat berharga
seberharga senyum yang kau kirim setiap musim hujan, menghangatkan dada-dada beku sepanjang cuaca
seberharga ulur tangan yang kau sampir di pundak jatuh, mengalirkan energi dalam setiap pembuluh
seberharga setiap detik tak terukur tak terucap tak terungkap dalam ketulusan dan kebersamaan yang kita bagi

jadi buka pintu jendelamu lebar-lebar
lihatlah matahari tak pernah betul-betul pergi
selalu ada di dada kita di mata kita dalam setiap langkah yang termaknai
dan mari berlari jangan biarkan sesuatu menginterupsi!
sebab hidup demikian berarti, sahabat, tak ada alasan untuk sembunyi

sayap di punggungmu tak pernah berkurang satu
ketahuilah, selalu tumbuh dan tumbuh baru!
selalu tumbuh
dan tumbuh
baru!


indah ip
18 Mei 2003
9.58 am
BESJI I

sebelum layari
beta tinggal janji
pada besji

dan sudah jauh
beta mimpi:
pigi tarung bahari!
pigi cari cinta mama kembali!

indah ip
22 okt 02
9.45 am


BESJI II

waktu lepas pasir di kaki
beta hirup besji
dan terakhir kali
batukan hati
untuk pulang lagi

indah ip
23 okt 02
14:47 pm


BESJI III

tahun kesekian saat fajar tiba. dipungutnya satu per satu gelembung jatuh. dari mata. dari dada. seperti kemarin, matahari lagi dan lagi membuatnya nyaris tak bernyawa. dipanggilnya nama. dikuburnya tanya. o, butakan mata dari gumpal-gumpal masa melembaga! setiap pejam adalah siksa. tidak sekarang tidak juga nanti. dada mengelupas seiring butir jam-jam pasir di atas meja.

tahun kesekian saat senja tiba. tak yakin ia menahan gempur cuaca. gelap adalah bencana. bulan tak lebih monumen perih dada. setiap malam melahirkan keinginan-keinginan maya. fatamorgana. ketakutan-ketakutan tak berjeda. kecamuk durja. serpih-serpih tak nyata.

tahun kesekian saat fajar tiba. lagi. angin tak juga memberi tanda. tapi tetap dikumpulkannya linang mata. menjadi telaga. tetap dirajutnya doa. menjadi peta.

: "besji! besji! beta pasti kembali!"
meski entah kesempatan ada. tak jera. dibatukannya dada. dibatukannya dada.


indah ip
04 november 2002
21:54 pm
MASIH TENTANG SENYUMAN

ibu mengajarkan keikhlasan & pengorbanan kepada janin di rahimnya dengan senyuman
bapak mengajarkan kepemimpinan & jiwa besar dalam menerima kekalahan kepada puteranya dengan senyuman
kehadiran anak mengajarkan kesabaran & keindahan kepada orang tuanya dengan senyuman

seperti tunas-tunas hijau akasia sepanjang jalan, meneduhkan
seperti oase di padang-padang tandus tak bertuan, menghidupkan

selengkung senyum ibu setiap menarik selimut dan mengusap kening sebelum tidur ketika kecil dulu
selengkung senyum ayah melihat jagoan kecilnya bisa makan sendiri meski dengan remah-remah tak rapi menempel di pipi

seperti jampi-jampi pelindung mimpi, mengamankan
seperti energi-energi tak bertepi, menguatkan


indah ip
13 oktober 2002
12:40 pm


BOCAH KECIL MEMBAWA SENYUMAN

I
bocah kecil berlarian di pinggir dipan
tak dilihatnya pipi ibu basah diantara yasin bersahutan
"hey, hey, bapakku lagi tidur lho!"

bocah kecil berlarian di pinggir dipan
membawa senyuman ke setiap mata tanpa tahu kenapa semakin orang-orang sesenggukan ketika kembali ia bernyanyian
".. nina bobok oo,.nina bobok,..bapak capek ya, 'mak, kasihan.."

II
orang-orang menampung hujan di mata
duduk mengeliling keranda
menyembunyikan isak lirih tanpa bisa menjelaskan makna tiada
pada bocah kecil yang tak henti membawa senyuman dan bertanya-tanya
kenapa bapak tak lagi mau main dengannya


indah ip
13 oktober 2002
10:12 am



SEBELUM KAU PAMIT
:bunga rumput liar

ingatkah ketika sedih, sudah lama kita kurung adagio di bawah bangku piano nostalgy dalam andante lah pula kita buang di belakang rumah
ketika aku ingin membakarnya, kau berkeras ingin melarungkannya
" abu dan asap selalu bisa kembali menyesak kerongkongan kita, sayang! tapi alir kan membuatnya pergi selamanya "
dan kau bebaskan lembar-lembar lapuk itu menuju perhentiannya sendiri

sahabatku, memang tak perlu jadi bunga matahari untuk mencari sejati
tak juga perlu sewangi melati tuk rayu kumbang-kumbang pagi
kau adalah kau
yang hanya perlu menjadi diri sendiri di taman manapun ingin berdiri
seperti juga kelopak zepiranthus liar yang tak pernah luntur meski hujan deras mencucuri tubuh mungilnya di balik pohon mangga tetangga pun sela-sela pagar

indah ip
2 Sept 2002
22. 09 pm
SEJAK KEMARIN

sejak kemarin
sebongkah sepi
mencari puisi

di tiktak arloji
ia percaya
selalu ada ruang
untuk berbagi

indah ip
17 feb 03
20.00 pm

KATAK DAN BULAN

seekor katak mencinta bulan
suatu malam dilihatnya bulan tidur dalam kolam
dan dicurinya ciuman
bulan bergetar
lalu pergi tak berbekas

seekor katak mencinta bulan
karenanya kemudian ia belajar bahagia
menjaga bulan tak luka
dan merindunya dari jauh saja

indah ip
16 feb 03
18.00 pm

OMA I
hujan yang jatuh sebentar
sempurnakan kabar
:
waktu usai
mengantarmu sampai

indah ip
30 januari 2003
3.00 am

OMA II
keberangkatanmu sesederhana daun
yang telah disiapkan lepas
dari dahan menahun

indah ip
30 januari 2003
3.30 am


TELAH KUTUKAR SEPULUH TAHUN PENANTIAN DENGAN TIGA HARI TAK TERGANTIKAN

keriput wajahmu, oma
riwayat kerinduan
seharusnya tak kubiarkan kepulangan
interupsi genggam di pangkuan

indah ip
bukittinggi, 8-11 des 02
jkt, 16 feb 03, 8.00 am

Friday, May 16, 2003

WAJAH MENTEGA


malam yang ungu, pu

wajah mentega beledu itu,
sampaikah ke atap rumahmu?

jika iya,
mari mencumbu lingkar langit, menikmati pasang sudut-sudut gamang dalam debit
bukankah purnama adalah fenomena seperti juga setiap perjalanan fana

jika tidak,
aku berniat mencurinya untukmu selepas tengah malam sebelum sayap-sayap kecil ini kehilangan fungsi
berdoa saja para bintang lengah memagari

sebentar lagi kutinggalkan wasiat pada angin
kalau-kalau keabadian dan waktu tak jadi berpihak padaku

jangan sedih, sudah, jangan sedih
aku cahaya matamu yang tak pernah mati
lagipula kau tahu, selama ini, aku selalu punya cara untuk kembali


indah ip
16 Mei 2003
23.03

ps. oh ya setiap suratku adalah puisi, pu, kau yang menanam benihnya sejak pertama dulu
RASANYA AKU SEDANG CEMBURU

selamat pagi, pu
rasanya aku sedang cemburu

pekarangan sempit itu berhasil membuat kelopak zephirantus mekar pada akhirnya,
cantik sekali

padahal berbulan lalu aku yakin ia tertancap di tanah yang salah

tiap kali hujan lepas dari tepi teritis
doaku zephirantus itu memunculkan tunas baru
tiap kali terik menghanguskan ujung-ujung daunnya
doaku zephirantus itu tak putus asa bertahan

suatu hari kuputuskan merelakannya begitu saja
tak lagi kutanya di mana kelopak itu sembunyi
tak lagi kubayang merahjambu, kuning atau putihkah warnanya

dan tahukah kau,
dua hari lalu sekuncup mungil menyembul malu-malu
pagi ini ia mekar dan memperkenalkan diri sebagai zephirantus putih

begitulah, waktu mengajarkan betapa setiap pertumbuhan perlu kesabaran
dan keikhlasan

lucunya aku bahagia sekaligus cemburu, pu
mungkin karena untuk pertamakalinya pula pagi ini
kulihat tanah sempit itu berhasil memekarkan kelopak melati di balik
pagar yang beberapa waktu lalu nyaris benar-benar mati, kau tahu, nyaris
benar-benar mati

indah ip
16 Mei 2003
6.00 am
SURAT KEPADA KAWAN DI SEBERANG

kuterawang lelahmu, pu

malam yang gelisah
tapi bukankah ukuran resahmu resahku belum tentu sama
demikian pula setiap keindahan langitku langitmu nun entah di mana
mungkin cukup adil jika tidak kita nilai cuaca di dada masing-masing, begitu?

senja tadi aku berjanji mencari jupiter dan keenambelas satelitnya di matamu
tapi tiada
maka pergi aku dari kegaduhan
dari buih yang terjejak di mulut pantai sepeninggal ombak, siluet perak sampan retak
dari keguncangan sebab musim hujan di pipimu, musim gugur di lengkung bibirmu
pergi aku dari ketidakdiaman
mencari pembenaran atas derit lapuk bangku sudut beranda hingga pucuk-pucuk ranggas cemara
dan tetap tiada
tetap
tiada

jangan bodoh! aku rumput yang tak lelah bersarang di telapak kakimu, kau tahu?
tak ada dalam kamusku pasrah dan hilang arah

tentu saja aku berdoa sekaratku tak selesai
hingga punya cukup energi bangun sebelum subuh
mencari probabilitas perubahan orbit dan wujud rasimu di ekuator langit jalur ekliptika
mungkin venus? mungkin bukan? ah ya, kenapa tidak?

salam,
indah ip
03 Mei 2003 00:25:30

ps. sebetulnya kemarin pernah kubalas suratmu, tapi perangkat renta kotak kaca ini merenggutnya begitu saja.
illegal operation. illegal operation. aku putus asa. bukan, bukan karena harus mengulangnya kembali melainkan
putus asa dengan segala kuasa tak tertandingi yang bisa saja memungkinkan suratku lagi dan lagi tak pernah
sampai ke dadamu
MATA DANAU 2

akan halnya hujan itu
dia segala gelinjang gila dada purnama
kecekaman pasang pucukpucuk ketika

sebab tak pernah bisa kuusir pada sesudah
kutangkal dia pada sebelum

indah ip
3 mei 2003
20. 58
MATA DANAU 1

aku ingin jadi rambut yang diam di belah mata danau
menangkal debu
memakna waktu
menjaga agar tak lagi ada musim hujan di sana

indah ip
3 mei 2003
18.02
BELAHAN JIWA

lelaki yang berjalan dalam deras mengembangkan tangan
ditampungnya hujan dalam pelukan
sebuah kerinduan (atau kehilangan?)

langit pekat udara berat dan lelaki tetap berjalan
membawa bintang di matanya untuk dinda seorang

Indah IP
28 oktober 2001
8.18 am



KALAP

kau kunci aku dalam dadamu demikian kedap
seperti ketika kau curi pijarku dan mengurungnya di matamu hingga dunia gelap

indah ip
2 maret 02
00.45 am



LERAI

sepotong bulan terbaring dalam comberan gemetar ditiup angin
sepasang kaki sekonyong-konyong datang menerabas
lalu lerai ia seperti rangkai ingatan tentang hari demikian panjang menuju tepian

indah ip
15 jan 02
21.30 pm



DARI SUDUT PEKARANGAN

ranting dan daun merahasia alasan berpisah
angin memetiknya begitu mudah
yang satu tinggal tanpa mencegah
yang lain pergi dengan berserah

Indah IP
23 maret 2002
23.11 pm


KAU ADALAH

kau adalah debu memedih mata menyesak paru melekat di helai rambut lipat kulitku partikelpartikel energi tak terjangkau jemari tak terterjemah hati kekosongankeksosongan tak pernah ingin diisi sketsasketsa tak pernah ingin diselesaikan ketiadaanketiadaan tak pernah ingin diadakan awal segala awal radiasi mula segala mula gravitasi dalam tubuhku jiwaku ruhku
kau adalah nebula

Indah IP
21 april 2002
14.30 pm


KAU KISAHKAN
:dari balik kaca tak berbatas jarak, untukmu, kembara

kau kisahkan sebatang pohon digurun sepi
"seperti bayang tentang gersang ranting dan kering daun", ucapmu
habis raganya bertahun-tahun ditampar luka
hitam dalam sendiri

segulung tanya: "jika kini masih berdiri, karena apa menurutmu?"

getar ruhku dalam jawabmu,diuratnya terjaga cahya bebaris kata
" waktu boleh renggut tubuhku, tapi tidak hidupku!"
demikian asa jejal disekujur akar lalu perkuat pijaknya

Indah IP
16.40 pm
26 mei 01


SUATU PETANG DI SAMPINGMU

ketika tanpa sengaja temukan embun di sudut mata kemarau
dan sadari ia tak lagi bisa jadi danau
saat itu juga ingin kubungkus badai dengan kepal tangan dan segera melemparnya ke tong sampah!

Indah IP
25 agustus 01/tengah malam
31 agustus 01/ 8.43 am



INTERMEZZO

taktik keyboard merangkai entah apa printer tua memuntahkan puluh kertas mengosongkan tintatinta sesaat
dunia tergoncang dan henti ketika hurufhuruf berceceran diatas meja tibatiba membariskan satu nama
:mu!

indah ip
2 april 2002
7.00 am


NELAYAN

lelaki berselimut ombak menantang matahari
diasahnya dayung jadi tombak
lalu dibidiknya langit sambil tertawa
:pangganglah aku sepuasmu hari ini!
karena besok kau mati

lelaki berselimut ombak meyiapkan peti
untuk mengurung matahari yang sepanjang jalan
lelehkannya dalam sepi

Indah IP
2 april 2002
8.00 am


TEDUH ITU

menelanjangi segala aku
segala dahulu
menyimpan rapat segala kau
segala kemarau

kenapa tak diajarkan kepadaku
menyihir beku waktu

diammu telaga
kusesap sepenuh jaga

indah ip
3 mei 02
23.00 am


PERNAH KITA BUAT

pernah kita buat sesak paruparu oleh warna
kita bungkam angin hingga tak sanggup menghembus wangi lebih wangi dari yang kita nafaskan

suatu masa kita tersedak
satupersatu gemintang jatuh dari kerongkongan

bukan tak pernah berkaca mencari nama yang sama
entah pada bab mana titik ditujahkan karena koma tak bisa memakna kalimat

tak sempat terukur berapa tinggi pasang pernah meluapkan sungaisungai di dada
karena kita tak cukup sabar merangkum ketaksempurnaan sebagai bekal

indah ip
12 mei 02
10.30 am



AKU ADALAH KECEMASAN

aku adalah kecemasan
jeram sungaisungai di dada

muara ketakpastianmu

cemas yang belenggu
leleh di puncak cuaca

sekelebat tak nyatamu


indah ip
26 juli 02
21:54 pm


OASE


oase di lipat tanah menggambar denah
sejauh mana kan dicipta telaga

dihitungnya celah
dijaraknya batas berhenti

oase di lipat tanah tak hendak menyerah
memenuhi isi
menggali keluasan hati

indah ip
05 november 2002
08.13 am


KUPU-KUPU

kupu-kupu di atas batu menunggu
punggungnya lelah sayapnya patah mengungu

kemarin terbang ia terlalu tinggi hingga lupa diri
hari ini terbang ia terlalu rendah tanpa strategi

kupu-kupu di atas batu menepi
memakna kerendahan hati dan mawas diri

indah ip
13 oktober 2002
23:25 am
SENYUMAN BUNGA

senyuman bunga mengingatkanku pada sekumpulan bangau yang bermigrasi ke tepi danau
juga pada doa yang tak pernah dikabulkan untuk diberi sayap agar bisa terbang bersama mereka ke lain
benua setiap habis musim kemarau

indah ip
12 Oktober 2002
15:24 pm

FRAGMEN TANAH LIAT

kusudahi tanpa gurat disengaja
tanpa bentuk sejalur pola

pagi ini tiba-tiba saja tergambar
ia lebih sahaja
dengan lekuk-lekuk tak sempurna yang lekat di tiap sisinya

indah ip
27 sept 2002
00.26 am


PENGANTIN LAUT

sepanjang cumbu angin pada muka gelombang
tak pernah henti kita yakini perciknya sampai ke bulan

indah ip
1 Sept 02
13:56 pm


HUJAN ADALAH

I
hujan adalah sensasi
jarum-jarum mistis

kadang disihirnya seluruh aku jadi telinga
hingga terdengar dentum merongga dada
kali lain disihirnya seluruh aku jadi mata
hingga terbaca rapuh wajahnya


indah ip
25 Sept 02
21:36 pm
PULANG

crescendo !
kita pecah dada
menjemurnya di atas pagi angkuh hingga lelah

jelang malam
kita tutup pertarungan dengan ritardando
menelaah sisa

Indah IP
25 mei 02
23.13 pm


PUISI SMS III

kemarin kemarau datang, kita mengerontang. lalu hujan datang, kita menggenang. baiknya kita siapkan saja
telaga dan sampan, sayang. jika besok kemarau yang datang kita bunuh dahaga. jika besok hujan yang datang
kita mengapung di atas bandangnya

27 juli 02
8.10 am


MUNGKIN

kau cahayaku
gelantung pijar di ufuk timur
purnama paling indah pada malam-malam benderang yang pernah singgah

tersangkut di kerongkongan sepenggal cuaca
mungkin salah terartikan

itu sebab tak kita tangkap bintang berjatuhan kala itu

Indah IP
13 desember 01
23.17 pm


CUMA INGIN

kalau bisa memilih kau bilang ingin jadi elang daripada merpati
punya sayap lebih lebar, bisa terbang lebih tinggi

kalau bisa memilih kau bilang ingin jadi bunga matahari daripada melati
berkembang lebih jangkung, teguh menantang pagi

o, kalau aku sih dari dulu ingin jadi rumput saja
ada di sela padi, seluruh muka bumi
tiap tercabuti kan tumbuh lagi
cuma ingin punya arti, kau tahu, cuma ingin punya arti

indah ip
18 oktober 01
8.46 am
BERHASIL KUCIPTA

berhasil kucipta garis wajahmu di atas batu,
di pucuk-pucuk perdu sepanjang jalan,
dinding-dinding bangunan dan kolong jembatan,
kulit luar bis kota, halte sepanjang perhentian,
setapak sempit menuju rumah hingga langit-langit pembatas kamar

ujung hari ini, kucipta lagi pada rumput dan ilalang,
tanah basah sehabis hujan, segenap kelopak warna di kebun terawat maupun
liar, sekelompok bulu angsa dikolam kota, juga pada sayap capung dan
kupu-kupu yang sedang melayang

esok, kan kulanjutkan cipta garis wajahmu di atas senja,di sela angin,
di muka bulan, di sulur mentari dan jejarum cahya bintang,
di bulir hujan serta petik halilintar

aih sedang kuatur jadwal ciptaku untuk lusa, seterusnya
hingga puas aku. hingga puas aku.

sekelebat ada meletup dan buncah :
mencipta garis wajahmu di setiap nafas yang kuhirup! pasti jadikannya
mahakarya! maka kusimpan itu
sebagai pamungkas
perlahan tapi pasti. tahan selusup tak terkendali.

hmm masih ingat aku pesan nenek, "..terlalu serakah berbahaya,
sayang!"

Indah IP
14 juli 01
2.15 am
FRAGMEN HUJAN
: mungkin ini dikata cemburu buta?

gerombol hujan luncur dari langit
bawa teman setiup bayu dan setebas petir
apa gerangan dituju ?

melayang-layang, jadi ingat mu. sedang apa di rintik hujan ?
tengadah oleh butir : jatuh di pipi,
di bahu, menitik-nitik seluruh baju
dan sekejar berlari ?

kubayang engkau
setangkap rangkul setiang bambu
penopang atap gubuk kayu
merapat lekat, usap basah wajah menunggu
waktu

ha! lucu. tiba-tiba saja aku cemburu !

entah pada hujan yang berhasil sentuh raut
dan lelehi kulitmu
atau pada bilik pinggir jalan yang sisakan tempat buatmu
bersandar mencari hangat,
lindung dari gelora cuaca

alamak!
cepat-cepat kututup jendela dengan selembar koran
hujan sudah buatku gila kangeni mu

Indah IP
13 juni 01
7.25 pm


DI BALIK POHON MANGGA

kuntum liar mendamba kecup embun pagi buta
mendarat tanpa suara
sebelum yang lain terjaga

indah ip
23 maret 2002
22.47 pm


KITA KEHILANGAN

ketika sekumpulan pohon melahirkan bulan dikepala, gelisah dalam telungkup malam pastikan kita kehilangan
peta di perbatasan

indah ip
15 jan 02
21.53
KAU DENGARKAN,TUAN ?

ketuk hujan di tiap retak tanah
langit demikian tumpah
seperti rinduku meruah di sela rerumput basah

indah ip
12 februari 02
7.00 am
JIKA

dalam dera berkepanjangan masih kugenggam namamu dengan gemetar
sepenuh nyawa kupertaruhkan sedemikian jadi perisai hingga
jika tertebas ia oleh pedang halilintar, tertebas pula jantungku bersamanya

indah ip
14 feb 02
09.00 am
SESUNGGUHNYA AKU YANG MEMBAWA HUJAN!

kucipta ia dari air mata
dari serpih-serpih tak bernama di dada
pada puncaknya kupecahkan guntur dari rasa sakit teramatsangat ketika mencabut namamu

Indah ip
14 feb 02
7.20 am
SEEKOR KUPU TIBA -TIBA LEBIH RINDU RIMBUN DEDAUN KETIMBANG LANGIT

kemunculan hujan sekonyong-konyong
sebagai tanda yang tak sudi gerus nama dari tembok-tembok beton tengah kota
tawa gelimpangan di gendang telinga
jiwa masih sesat dalam lorong-lorong
juga kata juga rasa juga raga

seekor kupu tiba-tiba ingin kembali jadi kepompong
mengkerut dalam peluk ibu dan tak pernah beranjak dewasa

sayap-sayap sialan ini! ah

indah ip
6 september 01
22.34 pm
MEMETA JAUHMU

kecipak alir di mata tak cukup bingkai paras sepanjang cuaca
jelujur genap ingat jadi satu di puncak-puncak rindu hampar sebagai alas tidur sebagai mimpi temu matamu sebagai tengadah tak pernah selesai sebagai jeram teramat dalam labirin pengap tanpa cahaya ribu jenjang menuju ribu ruang pilu tak berpintu

indah ip
8 september 01
20.38 pm

Thursday, May 15, 2003

Duet puisi indah ip & idaman andarmosoko
--------------------------------------------------------------

KEARSITEKTURANMU 1

kau adalah dekonstruksi
karakter pecahpadu illogical
chaotic manner
sebuah overlap dan sudut-sudut tak lazim
interpenetrasi bentuk yang mengingkari kaidah estetika tradisional
keeksentrikan kompleks
keceriaankeceriaan bebas
transisitransisi lugas
kebingungankebingungan takhabis takberbendung
di ujung dadaku

indah ip
10 april 2003
11.00-13.00
---------------------------------------------------------------------
KEREKAYASAAN 1:SYARAT BATAS KEHADIRAN

tatkala batas yang tak diskrit antara pagi dan siang
antara sarapan yang sangat terlambat, dan nomor nomor tak tercatat
tiga hari terakhir dalam satu pekan menjadi tak jelas batasnya

pergeseran aliran di nadi menandai sebuah kehadiran
yang bereskalasi dalam detak tak terbaca
membuka gerbang gerbang kecil
di samar ingatan benak tentang perjumpaan tersisip

nada dasar telah ditentukan
bermodulasi setiap lima birama
yaitu pada rekam tatap yang belum di daftar di kesadaran

idaman andarmosoko
18 april 2003
---------------------------------------------------------------------
KESTRUKTURANMU

dalam mekanika sifat strukturmu tak linear tak prismatik, potongan
melintangmu tak tetap, teknik pasangsambungmu tak berketentuan
kau adalah rigiditas mantap, kelenturan-kelenturan fleksibel,
kerekayasaan global, goal statement vitruvius yang lekat dengan
kefungsionalan kekuatan keindahan

memahamimu perlu keterampilan praktis plus akademis khusus, proses
belajar tak bersilabus tak bertenggat waktu
sebab materialmu tak batu tak pula jenis umum ditemu, kau bukan
rangkai kalimat yang bisa diedit, kebahasaan tak baku yang hilang
dalam kamus-kamus, kereferensian tak termaktub dalam katalog,
ketakbergolongan pun berperiode

kau bukan produk masal, sebuah ketakkembaran, mahakarya spesial tak
bersaingan, detail-detail tanpa perulangan, pemenuhan tertinggi
kendali biaya mutu waktu
sebagai kontur-kontur fluktuatif yang tak bisa diabaikan, arahmu tak
punya rambu dan instruksi

mungkin benar kata sungai. sebagai arus menghadapimu bukan dengan
perlawanan tapi ketulusan dan kesejajaran

indah ip
19 april 2003
5.58 pm
KEARSITEKTURANMU 2

sebagai vinyet kau adalah konotasi emosional yang butuh penyelarasan
seksama
sebagai citra kau adalah tatanan mimpi, pelataran sempurna tempat
kerindudendaman brutal dihalalkan terjadi

indah ip
10 april 2003
11.00-13.00
--------------------------------------------------------------------
KEREKAYASAAN 2:MATAHARI UNGU KEMBAR

di sini kita lukis langit menggelora berwarna warni
dengan matahari kembar berwarna ungu
dengan sapuan mirip pelukis dengan telinga diperban
tentang seekor burung menunggu saat terbang ke jelajah jagad jagad
bersimpangan
di sini di jabat tangan

di sini kita jejerkan arkelogi artifak catatan harian tercecer
dengan hipotesa suatu sistim bahasa
tentang bagaimana suatu yang transparan dan tak bermassa
yang tak patuh lagi pada hukum kekekalan fisika klasik
dan tanpa tervisualiasi dalam masterplan
telah menggelarkan daya yang seakan tiada habis
di sini di munculnya nama ketika kita berjumpa di pintu

di sini di tepuk pundak pembubaran perjumpaan
di sini di keasingan yang meluruh
di sini di rongga rongga badan
di sini di orkestrasi interaksi antar subsistem diri

idaman andarmosoko
18 april 2003
--------------------------------------------------------------------
KEFUNGSIANMU

kau adalah kesolidan sekaligus keintegrasian, respon dari kebutuhan-
kebutuhan kronis dan instan
sebuah dramaturgical analogy yang liar di atas panggung, simpul
pertemuan-pertemuan,
labuhan perhentian-perhentian, environmental cognition, kepeka-
sensitifan yang membingungkan, kau juga ketaktaatazasan,
ketakbersimbolan, ketakbertandaan,
tak punya teori penunjang, pendekatan iterative yang seringkali
melelahkan dan melahirkan kekambuhan-kekambuhan seasonal

sampai detik ini terbukti kau berhasil menggelontorkan kenakalan-
kenakalan akut dari kepalaku, membangunkanku dari masa-masa kritis
dan nyaris koma, kau menjadi infus yang wajib ditusukkan setiap hari
untuk mencegah infeksi iritasi hingga halusinasi, sumber nutrisi yang
menyembuhkan kelumpuhanku lagi dan lagi

indah ip
19 april 2003
7.13 pm
KEARSITEKTURANMU 3

suatu saat kupikir kau adalah kewajaran
kenyamanan fisik yang direkomendasikan dengan temperatur duadua-
duatiga
derajatselsius, kelembaban limapuluh-enampuluh persen, kecepatan
duameter-tigameter perdetik
tapi saat lain kau adalah juga kondisi yang secara biologis tak bisa
dipertanggungjawabkan
pemberi efek menurunnya kesehatan seperti migren kambuhan, sakit
tenggorokan, sesak tak tertahankan, detak jantung berlebihan

indah ip
10 april 2003
11.00-13.00

------------------------------------------------------------------
KEREKAYASAAN 3:LINTASAN PROPINSI KEGAMANGAN

adakah engkau di situ, ketika gelap memulangkan masing masing kita
ke wilayah ambang batas ketidak sadaran bernama lelap
senandung pengantar tidur dan kain jarit yang digantung mengayun bayi
jarum jarum kegamangan terselip dalam hafalan naskah
melatih nirmana garis dan arsir pada kapita selekta jagad rasa

adakah engkau di situ, ketika armada penjual bubur ayam menebar
jahitkan diri pada rutinitas urban
ke wilayah langkah langkah penentuan gerak hidup
seragam sekolah dikenakan, dan anak anak smp mengayuh sepeda di kaki
gunung merbabu
pada birama birama awal tantang kehidupan
rasa tak aman selalu mengintip nakal menguji nafas dan mencoba
menempa bentuk

adakah engkau di situ, ketika jam biologis ragu akan keteraturannya
akibat perhentian dan penyesuaian yang didesakkan tiba tiba
kopor kopor yang bertumpukan di keberangkatan dan kedatangan
paku payung plastik imajiner bertambahan ditancapkan pada titik titik
kota di peta nusantara
nama nama persinggahan dua pekan maupun tiga bulan maupun empat tahun
ataupun satu strata perkembangan diri
perpindahan dan perubahan hanya semakin menegaskan batu karang
tambatan pada ruang terdalam diri

adakah engkau di situ, saat lampu jalan mulai bernyalaan terprogram
basement gedung nampak kembali lantainya
hari hari dilipat dalam kepenatan
dan bau tumis bumbu makan malam menyengat tajam
kunang kunang berangkat ke jembatan inpres dekat sawah padi hibrida
samping balai desa
kekalahan dan kemenangan menjadi angka dalam neraca rugi laba tahunan
sang hidup

adakah engkau di situ
di suatu ketika yang mulai mengusik usik

adakah engkau di situ
di catatan catatan yang mulai menyembulkan gambar samar patah patah

adakah engkau di situ
di perlintasan perlintasan yang mulai mewujudkan diri

adakah engkau di situ
bersama seluruh derak perbatasan antara keniscayaan dan determinasi
adakah

idaman andarmosoko
18 april 2003

-------------------------------------------------------------------
KETAKTERABAANMU

berkali-kali kuingkari kau sebagai ketakakuratan data yang
menimbulkan frustasi, ketakterjaminan yang herannya mewajahkan
perlindungan

kau takterjelajahi karena tak punya jalur distribusi,
takterstudibandingkan karena tak punya konsep konfigurasi dan contoh
kasus

kau adalah ketumpangtindihan, ketakmutlakan yang perlu diwaspadai
karena acap berubah-ubah tanpa konfirmasi

denganmu aku bangun babak belur dalam mimpi-mimpi absurd dan tiba-
tiba hilang koordinasi

di mana ini?
di mana diri?

indah ip 19 april 2003 7.49 pm

KEARSITEKTURANMU 4

kadang kupikir kau sekedar ilusi optik
sebab tinggi frekuensimu seringkali tak terdeteksi mataku
sebab kebisinganmu di atas normal seringkali tak tertolerir urat
syarafku

indah ip
10 april 2003
11.00-13.00

--------------------------------------------------------------------
KEREKAYASAN 4:ILUSI DIFRAKSI

Pada ilusi adalah benak yang tak berwadag nyata
tak menempati ruang dan waktu
dan tak punya getar

pada frekuensi adalah gelombang sinusoid
merambat pada medium, terbias oleh kerapatan karakter optik
dan memecah menjadi difraksi, pola garis tegak ordo nanometer

pada getar adalah kau membaca isyarat asap suku indian
yang tersamar di asap biskota di jalan macet sepulang kantor

pada kau adalah getar, yang bersembunyi di guncang dering HPmu
menerima pesan tulis dari yang bukan aku,

Pada isyarat adalah tangkapmu
memecahkan kodifikasi bertingkat tingkat
memurnikan sebuah saput rasa,

dan seperempat detik kemudian,
kita menjadi kebal racun kutuk masalalu yang mendera
tak patuh lagi pada luka yang menyiksa
tak lagi dibawah titah kedukaan
dan tak lagi lumpuh di bawah lindas sang nasib

seperempat detik kau bertemu dengan ku
dalam sebuah dimensi tak bernama
atau tak perlu diberi nama lagi

karena nama telah mendera
dan menggasak habis harapan menjadi hantu

15 april 2003
idaman andarmosoko
--------------------------------------------------------------------
KECAHAYAANMU

sebagai bukan spektrum warna dengan panjang glombang tidak antara
tigaratusdelapanpuluh hingga tujuhratusdelapanpuluhnanometer,
dan setelah berkalikali tak bertanggungjawab melempari mataku dengan
getarperdetik senyum paling manis sekaligus paling misterius di
setiap butir gerimis,
seharusnya kau bisa hitung sendiri kenapa lantas perbandingan lurus
segala elemen tak nyatamu membuat kecepatan cahaya itu tak pernah
sanggup kubendung!

indah ip
18 april 2003
11.20 am


KEARSITEKTURANMU 5

dalam pemrograman kau adalah konsep
informasi rumit yang menentukan pemecahan-pemecahan desain
prinsip-prinsip perancangan dan garis pedoman
konfigurasi-konfigurasi ruang
tipologi bangunan yang dipersoalkan
pencarian-pencarian yang perlu direnungkan
sebuah ketegaran penelitian dari evaluasi teknis dan fungsional
tentang cinta usang yang tak mau hilang

indah ip
10 april 2003
11.00-13.00
-------------------------------------------------------------------
KEREKAYASAAN 5: PARKA GUELL GAUDI

Tapi engkau telah sampai kini
pada tapal batas ranah ranah puisi
negeri negeri tak terpeta kecuali di dongeng masa kecil

Tapi engkau telah sampai kini
pada beranda beranda pemaknaan,
di mana tiap suku kata membawa rasa
tiap kalimat adalah berita hati

suatu kodifikasi afeksi, yang berkuasa atas nalar
di mana logika bersimpuh setia, kepada getar getar

Tapi engkau telah tiba
di ranah berlangit semburat, saat algoritma meliuk liuk infantil
gramatika menjadi buih dan riak, saat getar sudah bangun dan berkuasa
kematraan tak lagi tegak lurus satu sama lain

yang muncul di lanskap adalah hanoman kera putih terbang melintas
membawa peluk anjani bundanya yang membesarkan nya di hutan
sebagai kenangan kasih yang hangat sempat didekapnya di masa kecil
dan kau telah melihat lintasnya, di antara wacana puisi
isak yang disembunyikan rapih di sistim sistim nya, telah kau temukan
dan sekarang berdentaman di nadi nadimu
dalam harmoni kontrapuntal, dalam subdominant maupun diminished ke
tujuh
appogiatura melesat lepas dari partitur, dan nada nada triplet
berderak bagai serbuan banjir, tiada terhenti lagi

tapi engkau telah tiba kini, di teras pemisah antara pasar atas dan
pasar bawah yang tertutup kabut
kau telah tiba kini di kaki benteng belanda di sebuah bukit
beberapa langkah dari jam gadang
padahal bau tembakau boyolali dan bunga bunga ditampah begitu kental
serta lori tebu merayapi sawah sawah di sayup tembang dalang wayang
kulit

Kau telah menjemput sukmaku
dan menggandengnya berlarian di taman parka Guell
sambil kita mendendangkan lagu kanak kanak bahasa swahili
dan mengayun ayunkan kalung manik manik peru

tahukah kau?
aku akan rela menukar semua hari esok ku, untuk satu kemarin
di mana kau gandeng tanganku

15 April 2003
idaman andarmosoko
------------------------------------------------------------------
KETRIMATRAANMU

menghampiri kejauhanmu, ada yang bertambah dan berkurang
unsur konsepmu tak berwujud tapi seolah-olah ada.
unsur rupamu mengambang diakhir bentuk rancangan.
unsur pertalianmu tak cukup jelas membatinkan rencana keseluruhan

mungkin saja kau keteduhan yang kucari di balik kurva-kurva enerjik
sensualitas yang kumimpi di antara lembut lengkung-lengkung gaudi,
keantiklasik-antihistorikan karakter yang unik,
kereligiusan juga kesekuleran.
kau adalah stereotip
kejeniusan arsitektur yang ekstasi sekaligus tragis.
wujud kebergantungan hukum alam yang mendikte seluruh hidup dan
struktur sebagai transisi konstan.
cuma bisa di rangkum dalam keholistikan.
cuma bisa dirangkum dalam kediaman dan ketidakterburuan.

tak kunyana pagi ini bangun dalam kehilangan

indah ip
18 april 2003
12.40pm


KEARSITEKTURANMU 6

dalam metode penelitian kau adalah juga definisi masalah
gagasan sekaligus tujuan
eksperimen-eksperimen tak terkendali
penekanan-penekanan
temuan-temuan dan kesimpulan-kesimpulan
hipotesa khusus yang tak perlu diuji dan dikukuhkan kesahihan pun
keandalannya
dadaku pecah, kau puas?

indah ip
10 april 2003
11.00-13.00
--------------------------------------------------------------------
KEREKAYASAAN 6 :PACHEBEL

Retas jalan jalan terpecah dalam pembagian fakultas,
sekat sekat disiplin sudut pandang
dan kesepakatan penamaan fenomena
menjadi denah jelajah otak

di mana keselarasan, ketika bentuk dan warna mengisi ruang
di mana rasa ketika alir dan sosok membentuk persepsi

tapi pecahkanlah juga sayang ledak itu telah lama kau genggam
tapi cairkanlah juga sayang beku itu telah lama kau dekap

setiap satu garis kutarik telah kulindas sebuah rasa di rongga diri
setiap satu hari berliwat telah kubiarkan satu semilir luruh hilang
setiap satu tata kupenuhi telah kubunuh satu sayang

melihatmu di sebrang jalan, lambai tatapmu dipagar jarak
melihatmu di kata kata, dinding dinding mencacah gapai

sini, mendekatlah, sistim koordinat cartesian telah kubatalkan
dan geometrik analitik vektor telah kuusir pulang
statistika empirik diam terpejam

sini mendekatlah, waktu tak lagi linier tak lagi absolut
sini mendekatlah, jiwaku sudah memecah dinding kaca saat tadi malam
mataku berkaca
sini mendekatlah tak ada lagi bisa halang
luka luka telah bangun pada puncak airmata, dan mereka kini berkuasa
atas derap waktu,
semuanya jadi anomali, semua membatalkan aksioma
kecuali satu bisik sayang yang terucap di tatapmu

ayo, masih ada apa lagi, sudah sampai kita kesana
mendekatlah,
mendekatlah dalam d mayor, mendekatlah dalam pachebel

15 april 2003
idaman andarmosoko
-------------------------------------------------------------------
KEPARTITURANMU
sesungguhnya aku tak mau kau berserakan dalam hari-hariku. tapi aku
menyerah.
sebab kau adalah klimaks dalam ratus simponi, kebedaan-kebedaan nada
kemarin dan hari ini,
sebuah hiruk-pikuk riuh-rendah dan kehingarbingaran chorus sekaligus
kediaman-kediaman pupus,
coda-coda brilian yang membawa kegemparan sekaligus gaung yang
mencolok di labirin telingaku
serupa symphoni no9 sekaligus sayatan-sayatan paling tinggi yang tak
terobati.

tak, tak. kau tak sekedar kegamangan empatmenit tigapuluhdetik canon
in d mayor pachelbel.
tak sekedar kediaman delapanmenit limasatudetik adagio albinoni.
tak sekedar kesyahduan limamenit limabelasdetik air from suite no3 in
d bach.
tak sekedar kesunyian enammenit sepuluhdetik piano sonata no14
moonlight beethoven.
tak sekedar kelelahan tujuhmenit delapanbelasdetik piano concerto
no21 in c major mozart.
semakin dan semakin.
kau adalah keimortalan melodi.

pernahkah kau dengar beberapa orang mengatakan bahwa yang terbaik
adalah tidak mendekati pusat waktu ?
dan pernahkah kau tahu betapa aku rela bersetubuh dengan kegilaan-
kegilaan liar tanpa peduli
apakah pertemuan dua waktu akan melahirkan keputusasaan atau
kebahagiaan ?
o pernahkah kau tahu?
pernahkah kau mau tahu?

indah ip
18 april 2003
02.02 pm

KEARSITEKTURANMU 7

dalam keruangan kau adalah focal point
dalam keurbanan kau adalah landmark yang berperan membentuk skyline
dalam interior kau adalah sesuatu yang tak perlu rekayasa
variasi-variasi yang bila ditiadakan fungsinya akan menurunkan
semangat hidup pengguna
kau adalah juga ruang abstrak
ketidaknyataan dan ketidakterukuran yang implikasinya membutuhkan
kejelian dan kearifan
ya!ya! masih kucari penegasan pintu masukmu!

indah ip
10 april 2003
11.00-13.00
-------------------------------------------------------------------
KEREKAYASAAN 7: YANG PALING PINTU, BADARZEWSKA

Tapi yang paling pintu adalah ketuk, pada saat hening membangunkan
kita
dari ketersesatan dalam riuh ruang waktu, yang menebar hantu hantu

Tapi yang paling gapai adalah sapa, pada saat kita berdiri diatas
segala konsep menyingkirkan kelu benak dan nalar
dari keterasingan yang kita susun dalam perjalanan penaklukan atas
hari hari

Tapi yang paling jelang adalah langkah, mengayun arung di atas tahun
tahun, membentuk makna bagai manik manik suku indian, menegaskan
kembali ketegaran dan menyingkirkan kegamangan
dari keraguan yang dicicil oleh tabungan luka dalam perlawanan

Tapi adalah saat hening itu saat pintu itu saat kelu di mana dimensi
ruang tak bisa lagi bicara
tinggal bisik tersisa, terselip dibalik baris baris puisi
membisikkan bahwa kita telah sampai di sana
di ruang ruang gapai rasa
di techla badarszewska

15 april 2003
idaman andarmosoko
------------------------------------------------------------------
KEPETAANMU

sebetulnya sebuah pintu dan jendela pernah sama-sama kita buka di
ruang tak sama.
menit pertama kau mengeluh lewat angin betapa silau matahari
melepuhkan matamu.
menit berikutnya aku mengeluh lewat matahari betapa desau angin
memekakkan gendang telingaku.
sejak itu kita sama-sama memilih menutupnya.
membiarkan lumut berkerak di telapak kaki dalam kelembaban hati.
hingga suatu hari kita sama-sama mengerti tak perlu mencari pintu dan
jendela lagi.
tapi waktu berhianat atas nama cinta.
berdalih keabadian bukan maya dan selalu punya peta

maka dalam analisis tapak kuterjemah kau sebagai lingkaran bukan
konsentris, sistem pola-pola pengangkutan bukan radial bukan linier
bukan pula organik dalam analisis pemrograman kutaksir kau sebagai
hubungan ruang-waktu,
tanggapan-tanggapan fisik dan fungsional yang tidak sistematis,
sebuah diagram telaah

ketika lelah kutangkap dengung lebah: di dunia bermasadepan setelah
kekinian tak ada kehampaan
maka tak lagi ada yang aku takutkan. meski tak akan lorong-lorong itu
membawamu padaku, meski tak akan pintu-pintu itu terdefinisi
kesadaranku, aku bahagia.
setidaknya gurat tangan kita pernah bertautan sebelum ketololan-
ketololan memastikan semuanya betul-betul penghabisan.

jadi mari berhenti mencari perulangan-perulangan, berhenti
membayangkan segala kekaguman dan akibat yang pernah terciptakan.
kita simpan saja kunci di bawah pot hanjuang.
bukan untuk dilupakan tapi berharap suatu saat ditemukan. oleh kita
atau bukan, ah, peduli apa.

bukankah di dunia bermasadepan esok adalah bukan kemustahilan
melainkan keyakinan-keyakinan dan kesempatan!
jadi mari, mari!

indah ip
18 april 2003
3. 59 pm

KEARSITEKTURANMU 8

kau adalah keluasan gerak yang tak punya modul standard
zoning-zoning tak berhirarki sekaligus juga komposisi harmonis
teksturwarnairama
proporsi humanis dan fungsi estetis yang nyaris sempurna
keantrophometrisan yang terpeta dalam keinginan-keinginan purba
mendamba

indah ip
10 april 2003
11.00-13.00
-------------------------------------------------------------------
KEREKAYASAAN 8:TERURAI DALAM POLONAISE A MAYOR

Waktu membongkar kita selapis demi selapis
pada setiap nol koma satu milimeter garis tinta
pada setiap layer layar autocad
pada setiap render di 1024 kali 768 warna 32 bit
dan kita dekap sayang bunda bergaung kembali di puncak hari

Percakapan mengurai kita, wacana demi wacana, menterjemahkan hidup
pada setiap indeks refraksi permukaan panel bahan
pada setiap tingkat transparansi keping fiberglass
pada setiap sudut bias jatuhnya sinar matahari pagi
di atas spektrum warna terpantul di kolam mezzazine
sekilas terpantul gandeng tangan berjalan jalan ke pasar saat usia
belum sekolah

Kedip bintang memantul di mata kita, menjejerkan tiap tangis yang
pernah lewat
membentuk database relasional terinci dengan logika non diskrit
berisi setiap butir haru, setiap jerit sesuatu terenggut, yang setia
menegakkan kekuatan diri dalam berbagai tempuh sistim pemarkaan waktu
yang semuanya terhenti ketika kau menepuk pundak ku menyapa

Sudut dan warna kita urai dalam suatu semiotika,
terbagi dalam jaman jaman, roccoco dan renaisans, bauhaus dan art deco
proyeksi proyeksi arketip, dan ketidaksadaran kolektif
rekaman marka marka peradaban, dari mesopotamia sampai ke dekonstruksi
dari rindu sampai ke rindu
dari getar sampai ke getar
dalam A Major cantabile, con brio dolce

15 april 2003
idaman andarmosoko
-------------------------------------------------------------------
KELANGITANMU

katamu melodramma bocelli mengingatkan rindu yang carutmarut dalam
purnama.
himne tentang kekuatan dan kesakitan cinta.
sementara some one like you dan mille lune mille onde yang berkisah
tentang seribu bulan seribu gelombang mengingatkan tunas-tunas hijau
yang tumbuh dan meranting
dalam kebersamaan kita

sejak awal kita tahu mana yang perlu dan tidak perlu
maka kepastian rasi bintangku menggelandang dibelah langit utara,
berteman kelompok bintang-bintang belia paling cemerlang pleiades,
hyades hingga nebula sisa supernova yang dipusatnya terdapat bintang
berdenyut sebagai bangkai yang telah meledak,
adalah kepengetahuan yang hanya perlu kusimpan sendiri.

sementara apakah rasimu menggelandang dibelah yang sama, berteman
bintang kembar tiga, kelompok bintang terbuka bermagnitudo
tigakomalima dan kelompok yang agak redup,
ataukah dibelah langit selatan berdampingan dengan bintang kembar
hibrida, bintang ganda, bintang kembar menggerhana hingga kelompok
bintang globular dengan magnitudo enamkomanol plus yang bisa
ditangkap mata bugil biasa,
adalah kepengetahuan yang hanya perlu kau simpan sendiri pula.

kita terbang dan terus terbang.
tak pernah berusaha menakar dengan tepat setiap keinginan pada
porsinya.
tak pernah menganggap setiap ketaksempurnaan sebagai dosa.
kita terbang dan terus terbang.
tak pernah memaksa diri beradaptasi dengan keteraturan dan
keperilakukan.
tak pernah mematok setiap kejadian harus dirumuskan secara
kontekstual berdasarkan
lokasi, budaya setempat, politik yang berkembang, kesosialan atau
tren yang sedang ramai dipertontonkan

seperti conceptual metaphor yang menyatakan sebuah bangunan punya dua
imej simultan,
kita berpedoman demikian pula seluruh perjalanan panjang yang
terentang hingga sekarang.
satu sisimu dan satu sisiku.
perbedaan kita ikrarkan sebagai kelengkapan bukan kebenturan.
tak kita haruskan puzzle raksasa itu tergenapi.
sebab kita pahami kekosongan adalah jeda yang berarti tergantung
bagaimana kita memaknai

satu sisimu dan satu sisiku,
bebas dari hambat segala
kita terbang dan terus terbang,
tak mencari hakikat sejati tak mencari pembenaran-pembenaran diri,
hanya terbang dan terus terbang, bebas dari hambat segala

indah ip
18 maret 2003
5.25 pm

KEARSITEKTURANMU 9

dalam desain universal kau adalah kebebasan aksesibilitas dan
sirkulasi
ketakberbatashinggaan dimensi
dalam desain ramah lingkungan kau adalah kombinasi blue-green
keseimbangan kesinambungan
sebuah kontribusi dan supply energi yang tak bisa tak
sudah saatnya diperhitungkan
kau lihat ? hatiku pingsan!

indah ip
10 april 2003
11.00-13.00
--------------------------------------------------------------------
KEREKAYASAAN 9:GELAGAR SAAT TATAP

Kau ingat kau guncang tanganku dan kau tarik tarik?
saat itu konsep ergonomi berhenti di otak
dan analisa spatial tidak berkata kata
hanya siang menyayupkan suara kendaraan di kejauhan
meluruh dalam nada nada sinkop dan harmoni nada triad
dan kita tak temu namanya
dalam seperempat detik itu

Kau ingat senyum dan tawa kita habis diujung senyap?
saat itu latar belakang dan latar depan tidak penting
dua dua nya muncul dalam etsa maurits escher
yang menggambarkan ruang yang berinvolusi, menyapa kanak kanak dalam
diri

perencanaan ruang publik dalam tata kota, menjadi lelucon yang lumpuh
menyingkir dihadapan es jeruk yang terciprat tumpah
dan ungkapan yang tak berhasil menjadi kata
dan kita hanya menterjemahkan tatap
pada saat tanda diam 2 ketuk dalam empat perempat
tak ada kodifikasi, tak ada genre
hanya kau dan aku, menemu rekahan waktu

kau ingat? saat tak bernama itu?
kau ingat? saat tak berkategori itu?
kau ingat? saat tak terulang itu?
kau ingat? saat tak pernah hilang itu?
kau ingat? bahwa memorimu bekerja sempurna sekalipun kau pingsan?

Ayo kita toreh toreh lagi gelagar kayu ruang pendopo ini lagi
dan kita sembunyikan sepatu lagi

15 april 2003
idaman andarmosoko
------------------------------------------------------------------
KESEKEJAPANMU

hidup adalah wangi gentayangan disekelebatmu, ketika bahu tiba-tiba
bersentuhan dan kau tumpahkan senyum sebagai tanda pertemanan

hidup adalah ketika racau hujan bertumbukan di atas atap bocor yang
tak kunjung sempat kau naiki menumbuk diri di tulang pipiku juga
pipimu dan kita larut dalam geli

hidup adalah setiap pertanyaan yang otomatis kita lontarkan malam
hari: kau baik-baik saja?
bagaimana pekerjaanmu? apakah besok banyak yang perlu dibenahi? dan
serangkaian kalimat sejuk yang membuatmu lantas nyaman menyenderkan
kepenatan hati

hidup adalah ketika kita sama-sama lupa hari sudah pagi dan nasi di
lemari telah berubah basi

hidup adalah selayang gugur daun menjelang tanah, sehembus angin
bermain sebentar di anak rambut,
sekelupas kulit ari yang konsisten terjadi, setiap ketika yang
terekam dari gegas langkah orang-orang di jalan,
satu tarikan nafas yang menggembungkan paru-paru sebelum akhirnya
dikeluarkan

hidup adalah sekedip singkat sudut mata, segerak lepas kibas rambut,
sederak pintu menggesek lantai sebelum tertutup,
secepat kau lari dan aku teriak jangan pergi!

indah ip
18 april 2003
6.40 pm



KEAJAIBANMU
Coda/reprise/overture penutup duet keasitekturan
(::) Indah IP dan (++) idaman andarmosoko
----------------------------------------------------------------

::
kau adalah bunga matahari suku aztek, seluruhmu
berhasiat bagi hidup
sekitar, keserbagunaan langsung tak langsung,
penangkal sakit kepala
yang suatu saat menggantikan fungsi neuralgin,
peningkat metabolisme,
pembasuh racun tubuh hingga anti radang

++
dari fungsi ke struktur yang tak teraba,
membiaskan cahaya puisi
adalah kita, saat membangunkan lelap kata kata,
dari semayamnya dalam
alir pembuluh darah

::
kau adalah kemboja, kecantikan mistis yang
mengaura sejak putik
hingga kembang, mendorongku sampai pada
kengerian langit runtuh dan
pencapaian seribu tempuh bila tak jumpa esok

++
dari kesekejapan ke jelajah matra puisi adalah
kita, mengungkap
rahasia rahasia getar, membiaskan jelajah jelajah
bahasa sampai ke
makna yang mempertemukan degup dengan
cakrawala berabad abad

::
kau adalah zepiranthus putih yang layak temani
patung kuda seberang
istana, zepiranthus kuning yang leburkan setiap
pengunjung dalam
kisah masa kecil di gerbang taman burung,
zepiranthus merah jambu
yang jernih ditimpa sinar sehabis hujan dalam
pekarangan liar pinggir
jalan
ada di batas nyata tak nyata, keindahanmu adalah
fungsi-fungsi itu
sendiri

++
pada saat kata telah merdeka, pada saat mantra
telah bangun, pada
saat nyanyian telah bergaung, pada saat derap
telah berdetak, pada
saat angin telah menari, pada saat pagi telah
bernama, pada saat
cahaya telah menjejer warna, pada saat bocah
bocah telah tersenyum di
kaki gunung, pada saat lapar telah bangkit
melawan, pada saat sejarah
telah tercatat, pada saat kau, pada saat puisi,
pada saat

::
kau metafora yang membangkitkan keberagaman
tanggap,
ketidakpermanenan, kemenarikan yang
menggantungkan penasaran,
kelekashilangan yang membuat gemetar

++
kau adalah tangkap, kau adalah hadang, kau
adalah hadap, kau adalah
sambut, kau adalah tanggap, kau adalah jawab,
kau adalah jelang, kau
adalah gapai, kau adalah saat, bangunkan bisu
menjadi syair,
bangunkan syair menjadi sihir, bangunkan luka
menjadi ayun, bangunkan
duka menjadi temu, bangunkan langit menjadi diri,
ayo!

::
duh. jika memang tercipta di negeri dongeng,
kuharap kau sungguh
jelma pangeran kodok yang menjawab selaksa
damba yang lama mendada

-------------------------------------------------------------------
::indah ip
19 april 2003
6.58 pm

++idaman andarmosoko
23 april 2003
pada detik tak terpetakan

CANON IN D

sampai detik ini aku tak tahu, apa gerangan menghantar bayang wajahmu ke mataku,
menclok seperti kakak tua di jendela waktu, tak ada angin tak ada badai tapi sempat mengabnormalkan ketuk dadaku

apa pula gerangan menggerakkan jempol tangan ibumu saat salah pencet tadi pagi,
smsmu minta maaf bilang beliau gagap teknologi dan tak sengaja pencet nomor satu yang delalahnya fast search nomor ponselku

kau aku tahu
seributigapuluh hari kemarin berlari tanpa tanda

nomormu sudah hilang dari dadaku sekian lama, sejak kita tak lagi nyaman pulang bersama sambil tak henti bertanya
apakah ini cinta lokasi cinta setengah mati atau malah empatperempat mati
dari ponselku nomor itu sudah pula empat mingguan hilang di perjalanan, sejak tanganku repot tentukan prioritas: pegang undangan, bayar ongkos atau menyelipkan handphone ke kantong jaket di jok belakang taksi

ah sebetulnya aku tak peduli, jika kau tidak sekonyong-konyong bilang ingin jadi dewasa dan menjalin lagi pertemanan kita meski tidak seperti dulu
aku tak juga peduli, ada atau tidak ada kebetulan-kebetulan mengherankan yang hinggap sekali dua kali bahkan berkali-kali

sudahlah, sudah. di mejaku berdiri secangkir kopi tanpa tatakan setengah terisi, sebuah radio butut dengan perulangan-perulangan lagu nostalgi, bertumpuk buku yang minta diterjemahi, berlembar kertas yang minta ditulisi, kalender bertanggal merah yang dengan semangat empatlima telah kulingkari, pensil tumpul, cutter baru, gunting tak berfungsi, pulpen-pulpen tanpa isi

sudahlah, sudah. seharusnya semua sudah selesai dari tadi, sebelum kelebat-kelebat itu kuanggap halusinasi akibat loncatan-loncatan listrik di kepalaku salah tempat lagi
seharusnya semua sudah selesai dari tadi, sebelum kejungkirbalikan ini mengkambinghitamkan virus yang belum terdefinisi dan kursi yang semakin panas diduduki
tuhan tolonglah! seharusnya semua pekerjaan kantorku sudah selesai dari tadi
dan bukan malah menjadi puisi

indah ip
9 april 2003
13.45 pm
RAPUH

surat cintamu yang rapuh
cuma bisa dikenali lewat hembus angin datang dan pergi
tapi kau demikian angkuh
mengakui setiap lembarnya adalah api

indah ip
23 februari 2003
12.47 pm
TOLONG KABARI

sekumpulan huruf gugup yang kemarin pergi
adalah rinduku
tolong kabari
jika tanpa sengaja kau dapati
ia telah mati
dalam telepon genggam terkunci
di jok belakang taksi

indah ip
23 februari 2003
11.40 am
PAGI YANG PUISI

matahari terperangkap di antara jalusi
sudut kamarku mengingkari pagi yang puisi dalam siluet lemari bisu,
ubin retak, dinding-dinding lembab dan cicak
yang tak henti gelisah

indah ip
april 2003
TAK TEMU

mungkin tak kan kau temu kata mereka
tak juga kata langit tentang puisi yang tiba-tiba jatuh siang tadi
dunia pasi
purnama enggan mampir malam ini

indah ip
maret 2003
Kolaborasi bidadari cantik [-] & mozart [+]
RENDEZVOUS

-
seperti kupinjam suara langit lewat senja
yang selalu kau lirik. sebuah risik:
adakahku disehinggakau?

+
seperti baitbait berlelehan dari purnama
semalam. sebuah dosa: sebabkau disehinggaku
adalah jelma ketikakita disemenjakkau dan semenjakku!


17-18 april 2003
11.21pm-07.45am