Wednesday, September 24, 2008

DUALIMA TAHUN, BESJI
:pantai besji, jayapura


dualima tahun beta tinggal besji
beta masih mimpi tiap hari
pi makan jagung pagi-pagi
pi kejar-kejar bulu babi
pi cari bintang laut mati
pi pegang ikan warnawarni
pi pungut umang-umang di kaki
pi bangun istana pasir di tepi

dualima tahun beta tinggal besji
beta masih rindu tiap senja
kitorang bonceng vespa papa
duduk di bawah pohon kelapa
temani ombak-pasir bercinta
dengar bisik angin di telinga
tunggu langit turun magenta
sebelum pulang ke peluk mama



indah ip
KL, 18 sept 08, 4.00 am

catatan:
pi = pigi = pergi
kitorang = kita orang



JAYAPURA 1


ada saat beta ingin melukis laut
yang kini jauhnya tra dibelah jurang melainkan negeri
terumbu hijaunya saat fajar kembang
pasir emasnya saat petang rembang
sampan-sampan lepas dengan tiang merobek langit
mercu suar sendiri dengan mata angkuhnya yang sepi
bintang-bintang jatuh tak cuma di wajahnya tapi juga lembah-lembah yang memeluknya

ada saat beta ingin melukis laut
meski mengingatnya mencipta damai sekaligus badai
rindu nikmat sekaligus nyeri

tra usah kasih beta obat pun penawar!
biar beta hadapi dengan berani dan sadar

rindu ini, jayapura
abadi


indah ip
KL, 22 sept 08, 1.30 pm

catatan:

tra= tara = tidak



JAYAPURA 2


dari teras bukit itu
waktu kecil dulu
pernah beta simpan lazuardi
angkasa biru
laut biru
pohon biru
gunung biru
lembah biru
gradasi serasi langit bumi
yang beta bawa-bawa pergi
dan kian hari
kian patri


indah ip
23 sept 08, 4.00 am

Wednesday, September 10, 2008

DIMANA KECANTIKAN SEJATI MENURUTMU
: kira-ziya

kecantikan sejati, anakku, tak ada dalam rambut hitam lebat tanpa ketombe yang berayun-ayun tak kusut ditiup angin
tak ada dalam wajah putih susu tanpa jerawat, tanpa kulit mati, tanpa komedo yang kelembutannya menggelincirkan debu
bahkan dalam gemerlap pesta sejagat yang berlomba-lomba mencipta boneka paling indah dengan kecerlangan tak bercela sekalipun
ia tak pernah ada di situ

bukan sekedar gembar-gembor iklan kotak kaca,
slogan-slogan absurd media,
jebakan-jebakan mimpi surga,
palsu pandangan mata,
kecantikan sejati lebih dari itu

ia ada dalam lubuk paling sunyi paling sembunyi

mencarinya, belajarlah peta
menujunya, belajarlah tak cuma ilmu dunia
menemukannya, belajarlah peka
memilikinya, belajarlah menjadi tak sempurna

kecantikan sesungguhnya, anakku, ada dalam noktah jiwa paling inti paling suci
memenangkannya, belajarlah bersyukur dan memperbaiki diri

indah ip
KL, 11 sept 08, 2.07 am