Thursday, November 27, 2003

SUATU MASA, SENJA YANG JINGGA

suatu masa. senja yang jingga. angin membawaku sampai ke bawah kubah masjid tua. berdiri sejenak di pintu, seperti ada menggandeng tanganku, mendorong kaki lekas menuju, hingga duduk aku.

begitulah namamu kujumpa sepenuh dinding. seutuh pandangku. serumu kudengar sepenuh udara. segemuruh dada dan telingaku. sekian detik kemudian ada yang tiba-tiba bertanggalan. tak sanggup kubendung. di mana rahasiamu, di mana. rindu lirih dalam beribu tanya perih.

luruh aku, kekasih, luruh sungguh. kian kucari kian kusadari. setiap kujanji setiap kuingkari. apa bangga ilmu sejengkal itu. tahu nikmat tak kekal namun tak jua siapkan bekal. di mana sudah tersimpan sesal waktu. tiba diketinggian lupa landasan. tiba dikepuasan karam dalam lalai dan kealpaan.

suatu masa. senja yang jingga. seperti aku menemukanmu. dalam setiap deras gemetar kelopakku.


indah ip
25 november 2003
02.30 am
---------------
selamat Idul Fitri 1424 H, sahabat semua, mohon maaf lahir bathin ya
semoga kita senantiasa diberi kesempatan menjadi lebih baik, berbuat lebih baik dan menikmati keindahan ramadhan lagi dan lagi

Tuesday, November 11, 2003

SEKELOMPOK MATA JERNIH


aku bertemu sekelompok mata jernih di bawah rembulan
mata yang menyimpan luas samudera dan keras batu karang

aku mendengar bersahutan suara-suara di bawah rembulan
suara yang menyimpan lantang halilintar dan lembut rintik hujan

datang dari jauh bersimbah peluh
mereka pergi mencipta gemuruh

langkah-langkah mungil itu, dik, adalah awal
semoga suatu saat jadi besar

mimpi-mimpi sederhana itu, dik, adalah bekal
semoga kian menjulang tak pernah pudar


indah ip
"tarawih anak crcm, 31okt03-6nov03"
7 nov 2003
15.45 pm

Thursday, November 06, 2003

SEBATANG POHON DI PINGGIR PADANG LUAS

sebatang pohon di pinggir padang luas
batangnya kekar
daunnya rindang mekar
pergi kulewati pulang kulewati

rumput berkerumun di sela akarnya
semut merangkai peta di balik retak kulitnya
burung-burung senang hinggap di dahannya yang baja

suatu ketika hujan tumpah semena-mena
membuatnya kuyup bersimbah
lalu petir pecah
dan ruku ia tersambar menghadap tanah

sebatang pohon di pinggir padang luas
batangnya pernah kekar
daunnya pernah rindang mekar
pergi kulewati tapi kini pulang tak lagi

akarnya tercabut sebelum sempat kuhitung waktu

indah ip
5 november 2003
11.10 am

Tuesday, November 04, 2003

JIKA MENCINTAIMU ADALAH PERTARUNGAN

aku berharap waktu tejulur tanpa batas
seperti gerombol anak pinggir rel kereta itu
wajah-wajah bening telanjang kaki yang senantiasa asik bertegursapa
dengan kerikil
dengan deru mesin
dengan hempas angin
tahu rintang di depan tapi tak surut ke belakang
tahu jalan pulang tapi tak hendak beranjak pulang

keindahanmu adalah kemestian
sentral ma’rifat tersembunyi
keterendapan yang puisi

jika mencintaimu adalah pertarungan
maka dengan segenap ada
segenap taksempurna
tekadku satu
memenangkan perang besar itu


indah ip
03 november 2003
11.10 am



TURBULENCE

waktu bersijingkat
sujud belum lagi lekat
kian rapat
diri, ke mana berangkat?

indah ip
31 oktober 2003
08.00 am