Friday, December 22, 2006

IBUNDA 1
:mama

senyummu matahari yang tak pernah redup di setiap pagiku
tutur katamu mata air yang tak pernah surut dalam setiap musim di dadaku


indah ip
21 des 06
8.02 pm



IBUNDA 2
:mama

tahu-tahu di keningmu sudah berjatuhan helai-helai rambut memutih

ibunda, ajariku mengekalkan waktu
agar tak pernah lagi ada yang tercuri sedikitpun dari kebersamaan ini


indah ip
21 des 06
8.12 pm

Tuesday, November 14, 2006

TENTANG NEGERI SEBELAH


sebutir bulan sedang duduk manis di ranting flamboyan ketika
angin datang bawa cerita tentang negeri sebelah yang diterpa musibah:

di sana begitu banyak bocah sebatang kara dengan sungaisungai bercabang dimatanya
dalam dada dan kepala mereka berkalikali melesak tanya tak berjawab, tentang ayah
yang rubuh oleh hingarbingar senjata, tentang ibu
yang hilang dalam puingpuing tembok pengungsian pinggir kota
mungkinkah ayah dan ibu sudah tak sayang hingga pergi tak kembali?
mungkinkah ayah dan ibu demikian tak sudi membawa mereka serta ke tempat berada kini?

bulan yang dari tadi ceria jadi merasa sedih dan ingin pingsan
sementara sang flamboyan kekasihnya gemetar menahan tangis,
pelanpelan bulan pergi ke balik awan menyembunyikan pucat wajahnya
hingga malam turun dari langit mengalah pada fajar


indah ip
14 nov 06
7.57 am

Monday, November 13, 2006

SUATU HARI YANG DAMAI DI HUTAN KOTA


selembar daun berkhayal ingin jadi burung
agar tak perlu menunggu kuning dan cukup umur untuk dapat pergi meninggalkan ranting
jumpa kebebasan
bosan ia mempertaruhkan keberuntungan pada angin dan tak dapat memilih:
jatuh ke tanah untuk bermanfaat kembali bagi bumi
atau jatuh ke atas aspal dan mendebu begitu saja sebagai sisa masa lalu

sementara itu di salah satu dahan
seekor burung berkhayal ingin jadi daun
agar tak perlu tiap sebentar pontangpanting memacu sayap mencari tempat sembunyi
ingin ia jatuh ke tanah dengan elegan oleh waktu di saat yang tepat
bukan jatuh ke tanah oleh laras pemburu sewaktusewaktu akibat isu flu yang membuat hidupnya akhirakhir ini lelah dan biru


indah ip
24 nov 06
7.12 am

Tuesday, October 31, 2006

JALAN PERTAMAMU
: kira, ziya


hatihati, nak, melangkahkan kaki
mulailah kanan dulu, baru yang kiri

jika tiba saatnya nanti kau lari
mengejar sejati
kemudian terbang tinggi
meraih mimpi

ingat, nak, tujulah satu saja!
yang paling utama
yang paling tinggi

: ridhoNya

indah ip
28 jul 06, jalan pertama
30 okt 06, 9.49 pm

Saturday, October 28, 2006

MELIHATMU TUMBUH
: kira, ziya

seperti debar menunggununggu kepompong melahirkan kupukupu dan merekareka
warna apa kelak yang dibawa sayapsayap kekar di punggungmu

cintaku, adakah yang lebih menakjubkan selain melihatmu tumbuh?


indah ip
28 oktober 2006
8.40 pm

Saturday, September 02, 2006

SEBUAH RAHASIA

zidan, syifa
yakinlah setiap tetes doa yang luruh bersama air mata
menyempurnakan tangga bunda
menuju kekasih yang maha
tempat sebenarbenar cinta mencahaya!

indah ip
1 sept 2006
7.00 am


--------------
semoga mbak inong bahagia disisiNya,
semoga zidan & zyifa jadi anak-anak sholeh dan sholehah yang menyelamatkan ayah-bundanya kelak
semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan kekuatan hati menghadapi semuanya

-dimas, indah ip, kira, ziya-
-------------

Tuesday, June 06, 2006

YOGYAKARTA 27 MEI 06

bumi bergetar!
sekali lagi ia luka dan memar

lalu guncang
lalu pincang
lalu diam
lalu kelam

jalan cahyaMu!
ke mana rambu?

hati gusar
diri, mengapa gentar?
mengapa gemetar?

indah ip
29 mei 06
23.00 pm

Monday, June 05, 2006

KUCARI SESUATU
: yogyakarta dan sekitarnya

kucaricari sesuatu

di reruntuh tembok dan bebatu
di gelap tenda pengungsian dan ringis wajahwajah pilu
di hirukpikuk lelah dan celoteh sendu bocahbocah
“ di atas tanah ini pernah berdiri rumah kami”

kucaricari sesuatu
dan tak temu

selepas guncang itu, katakan
bagaimana
kembalikan lagi senyum yang sempat hilang
dari wajahmu, saudaraku?


Indah ip
27mei06-6 juni06
11.00 pm