Thursday, September 27, 2007

KEMARIN KAU MENEMUKAN UBAN DI RAMBUT IBU
:kira-ziya

Belum lagi separuh jalan selesai menerjemah tangis, tawa dan segala tentangmu, kemarin kau sudah menemukan uban di rambut ibu! o, betapa nyaris ibu lupa membisikkanmu tentang sesuatu yang mengintip dan pelan-pelan akan berkurang tanpa memberi tahu : waktu

Dalam melangkah, nak, jangan lengah. waktu adalah pencuri ulung sejati. tak pernah luput menepati janji untuk pergi tak kembali. maka buatlah setiap detik berarti. hingga tak jadi engkau orang yang merugi jika datang sesal kemudian hari.

Dalam berjuang, nak, jangan setengah hati. Dunia mungkin tak pasti. Namun niat dan semangat tak boleh mati. berjalanlah benar, lurus dan hati-hati. pakai naluri, sebab akan banyak simpang di depanmu nanti. maka cukupkan bekal raga juga hati. agar siap kau selalu untuk sewaktu-waktu jatuh lalu berdiri kembali.

duhai, 'nak, belum lagi genap ibu lirihkan doa dan pesan-pesan ke telinga dan jiwamu, kemarin kau sudah menemukan uban di rambut ibu tak cuma satu! o, setiap batangnya seperti tak henti bertanya
: sampaikah ibu kelak dampingimu hingga tuju?

indah ip
KL, 27 sept07, 10.48 pm