Thursday, November 27, 2008

ok, ini sebagai respon pribadi terhadap sekitar 19 posting puisi langit_septa (baru sempat menelusur 4 halaman dari total 10 halaman di kemudian.com) yang kalimat dan bait-baitnya dijiplak dari www.indahip.blogspot.com.

hal ini sudah direspon oleh moderator dan puisi-puisi itu sudah dilabeli sebagai karya jiplakan.

----

JANGAN PERGI!
:langit_septa


november begitu basah
bukan oleh hujan
tapi setumpuk kata yang terguncang-guncang menangis di terasku
"kami sudah tersesat dan kehilangan ibu!"
beberapa pejalan tak sengaja menjumpa mereka berceceran di penampungan dalam payah lalu mengantar pulang

rupanya kemarin ada penerobos di rumah puisi
pintu-pintu dibongkar
ruang-ruang dihajar
kalimat-kalimat dipencar
anak-anak kata yang sedang mimpi dalam bait-bait dibangunkan dan diculik pergi
judul diikat tak mampu lari cuma bisa teriak, "pencurii!!"

pelakuknya kembara yang mungkin tak mencari sejati
jalannya mati dalam euforia cinta pertama
saat tak sengaja terantuk kata di rumah mungil itu suatu waktu
ia meletus dalam gairah dan gelora
berhasrat miliki pesona dengan caranya

ah, Lang!
begitu kau pikir perkasa?
apa hakmu memporakporanda dan mencerai kata dari induknya?
mereka anak-anak waktu yang kau pikir tak mungkin mengadu

mereka mawar bagimu
setiap hari dengan bangga kau ganti baru di leher kekasih
kau ubah-ubah warnanya
kau ubah-ubah rangkainya
seperti musim di dadamu yang sedang berganti-ganti mabuk rayu

tetapi kau lupa mawar tetap mawar
jika diperlakukan tak hati-hati kecantikannya bisa mewangi juga bisa melukai
seperti puisi yang bisa pelangi juga bisa belati

ah, Lang!
demikian kau anggap kesatria?
jika memuja kenapa menyiksa?
jika mencinta kenapa memaksa?

begitulah sejak kemarin habis hariku membujuk kata
kau sangat piawai menggoyahruntuhkan rasa percaya
tak mudah meyakinkan mereka kembali nyaman di rumahnya
juga memastikan kelahiran puisi-puisi baru tak terganggu trauma

lain kali kawan, belajarlah mengetuk pintu!
atau bersopan santun memang kau tak pernah tahu?

ah Lang, berhenti!
jangan pergi jangan sembunyi!

kutantang kau duel puisi!
kita tarung sampai pagi!

pilih kandangmu, pilih waktumu
tapi kali ini lakukan dengan caraku

kau, aku, sendiri

cukup adil menurutmu?

jangan cemas aku tak datang
bukan adatku menyerah dan surut perang

camkan ini
jikaku menang bakar topengmu, sembuhkan puisiku, jelmalah lagi jadi diri sendiri!
jikakau menang, aku siap berguru, kita mabuk puisi dan ledakkan antologi!

maka, Lang, terima tantanganku!

berani?
atau hilang nyali?

indah ip
KL, 26 nov 08, 4.00 am
ps.
sesungguhnya bisa aku tak perduli saja. tapi menelusur empat lembar pertama jejak pupusmu di laman itu sudah membangunkan migrenku. sembilanbelas puisi, Lang, sembilanbelas dan masih ada lagi. kujumpai kalimat-kalimat yang sangat kukenal, luka oleh tanganmu. ratus kata yang lahir dari detik-detik berhargaku. kau sungguh tak mengenalku jika berpikir aku tak mau tahu. anak-anak puisi adalah hidup cintaku. kau mencabut, mengusik, menjungkirbalik, memutar dan melempar mereka tak pada tempatnya. masih akan kucari engkau, Lang, bersiaplah. jangan lari!

Tuesday, November 11, 2008

INGIN IBU WARISKAN HUTAN KEPADAMU
: kira-ziya


jika tak bisa di belakang rumah kita
ingin ibu wariskan hutan
di dadamu

yang lebatnya memayungi tanah
berjarum-jarum sinar surya rindu menerobos dedaunnya tiap pagi
perak bulan bergelimang di pucuk-pucuknya kala purnama
cendawan menyembul di kaki-kakinya
serangga dan burung menyarangi dahan-dahannya
bunga liar rumpun tumbuh
rumput berebut di tiap sudut
jalan-jalan setapak berlumut
sungai-sungai jernih tak pernah surut

selain siul angin, hutan itu menyimpan begitu banyak merdu
ricik hujan menumbuk batu
derak ranting layu
kerisik perdu
dengung
lenting
decit
desis
ketuk
remuk
retak
gerak
getar
segala laku
segala lagu


miliki keragamannya nak,
juga keseimbangannya

miliki kekayaan warnanya,
juga wangi kebebasannya



indah ip

7 nov 08, 14.02 pm