Tuesday, April 28, 2009

SAHABAT


pohon bakau itu tahu betul bagaimana sahabat-sahabatnya pergi
seperti ikan-ikan terdahulu
nafasnya hilang satu-satu
sebelum gemetar
dan terkapar

ikan kecil itu tahu betul bagaimana sahabat-sahabatnya pergi
seperti pohon-pohon bakau terdahulu
rantingnya layu satu-satu
sebelum ruku
dan batu

manusia itu tak pernah tahu bagaimana sahabat-sahabatnya pergi
seperti pepohon bakau dan ikan-ikan yang tak henti memberi
tiba-tiba saja ia sudah tinggal sendiri
menggigil ngeri
: waktu tak pernah kembali


indahip
6 feb 09, 10.05 am
HUJAN DI WAJAHMU
: bogor


rupa-rupa hujan pernah kukenal
di wajahmu

di teras terminal itu
kusambut ia beberapa kali

ada hujan tak berapa lebat
yang acap lari tergopoh-gopoh
di sela batuk kendaraan umum, sumpah serapah, caci-maki
juga wajah-wajah lelah supir angkot, tukang ojek dan taksi
yang laju tak perduli

ada hujan deras berpetir
yang gemar memaku tajam semena-mena
jalan raya, selokan, pepohonan
juga kepala payung-payung yang tumbuh di tangan-tangan penjaja kecil
yang tak henti menggigil

ada hujan sepintas
yang takut-takut beringsut
tak pernah tunai melukis baju para pejalan pun wajah keruh comberan
sekedar lewat lalu hilang dalam hiruk-pikuk membonceng angin
terbang entah kemana

ada hujan tiba-tiba tanpa tanda dan musim,
ada hujan setia enggan berhenti,
ada hujan sesenggukan malam hari,
ada hujan ceria pagi hari,

tapi di antara semua
satu kusimpan paling purba
dalam ruang tanpa jendela yang tak kubagi sesiapa

hujan gerimis malu-malu jelang senja
ditingkahi jurai tipis matahari
saat langit lengkung warna-warni
suatu waktu
sebelum tinggalkanmu


indah ip
26 mar 09, 9.30 am

Sunday, April 05, 2009


TEJA


ia adalah teja

api langit senja yang langka
serat-serat emas jingga yang mendada


indah ip
KL, 10 mar 09, 11.20 am