Tuesday, May 19, 2009

HUTAN DI MATA ANAK-ANAKKU
: kira-ziya


mata anak-anakku menyimpan hutan sangat lebat
di sana berkejaran pohon-pohon tanya
ranting-rantingnya jauh
daun-daunnya rimbun penuh

setiap mengunjunginya
kusiapkan kamus dan peta baru
sebab ingin kutelusur ruas-simpang berbeda
ingin kuterjemah rambu-tanda tak sama

sejak kecil sebelum bibir mereka fasih bercerita
mata anak-anakku sudah lancar berbicara
tak ada yang luput ditingkahi tanya
kunikmati gelisah pun gairah menyala-nyala

dari bangun tidur hingga tidur lagi
hutan di mata anak-anakku tak henti menjulang
bunga-bunga tanya tak henti kembang
buah-buah tanya tak henti matang

ketika tersenyum
hutan itu melenting-lentingkan cahaya
ketika menangis
hutan itu menarik-narik kuat

ingin kulindungi hutan di mata anak-anakku setiap sempat
tapi kutahu ia tak perlu pagar melainkan ruang
pohon-pohon itu kan mencapai matahari dengan caranya
maka kulepas jarak, memastikannya leluasa bergerak

jika angin kencang kelak melempar buah-buah tanya
tak pada tempatnya
aku berharap ada di sana
tak jauh-jauh darinya

siap berlari sampai waktuku
menampung, memberi rasa aman
memastikan benih-benih berani bertunas lagi
tinggi bebas
di ruang luas


indah ip
2 apr 09, 11.40 pm